Visit Raja Ampat

Categories

Kalender

December 2015
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Poros Berita ... Pusat Berita Indonesia......

Polisi Bekuk Sindikat Upal Untuk Biaya Pilkada

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, PORTA – Aparat kepolisian membekuk sindikat pembuat uang palsu (upal)  yang diduga akan digunakan untuk biaya politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di sejumlah daerah.

“Dari penangkapan yang kami lakukan, uang palsu yang diamankan mulai lembaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu serta mata uang asing.” Ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri, Brigjen Bambang Waksito di Mabes Polri, Senin (7/12/2015).

Menurutnya, upal ini akan diedarkan ke masyarakat, jelang Pillada Serentak. Bahkan, saat ini  sudah ada permintaan uang palsu dengan jumlah besar.

Bambang menuturkan, pihaknya sudah lama melakukan pngintaian terhadap sindikat tersebut. Kecurigaan berawal saat mengetahui banyaknya permintaan upal di sejumlah daerah di Kalimantan dan Indonesia bagian timur.

“Hingga November, kami telah menangkap delapan tersangka yang terbukti akan melakukan transaksi uang palsu. Uang palsu itu diduga akan disebar pada saat menjelang pencoblosan,” imbuhnya.

Para tersangka yang berhasil ditangkap, di antaranya Bambang Irawan, 37 tahun, Sukarman (58), Sadul (45), Nurdin (56), Muklis (53), Yayat Hidayat (62), Oding (51), dan Saskam alias Farhan (32).

Para pelaku dari berbagai daerah, seperti Jember, NTT dan wilayah Cibadak, Jawa Barat. Mereka terancam hukuman penjara 8 hingga 14 tahun.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita sablon, percetakan printer, mesin pengganda, dan sejumlah peralatan lain.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, pemesan hanya berdasarkan nama perorangan. Setiap permintaan upal dihargai satu banding dua.

“Setiap pembelian dua miliar uang palsu dihargai dengan Rp 1 miliar uang asli. Modus yang digunakan biasanya menggabungkan mesin cetak tradisional dengan modern,” jelasnya.

Ditambahkan Kadiv Pengelolaan Data dan Penanggulangan Pemalsuan Uang Departemen Pengelolaan Uang BI Hasiholan Siahaan, sejauh ini pecahan Rp 100 ribu adalah pecahan paling banyak yang dipalsukan. ‎Dari 280.600 lembar uang palsu yang ditemukan itu 206.107 diantaranya adalah pecahan Rp 100 ribu.

Sisanya adalah 63.033 lembar pecahan Rp 50 ribu, 7.454 membar pecahan Rp 20 ribu, 1.844 lembar pecahan Rp 10 ribu, 1.883 lembar pecahan Rp 5 ribu, 333 lembar pecahan Rp 2 ribu, dan 1 lembar pecahan seribu. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *