Visit Raja Ampat

Categories

Kalender

December 2015
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Poros Berita ... Pusat Berita Indonesia......

KPK Akan Tuntaskan Kasus BLBI

Ketua KPK Agus Rahardjo

Ketua KPK Agus Rahardjo

JAKARTA, PORTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan melanjutkan penyelidikan kasus pemberian surat keterangan lunas (SKL) dalam pengucuran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses “Kalau alat buktinya cukup, ya  diteruskan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/12/2015).

Untuk diketahui, pimpinan KPK periode 2011-2015 telah melakukan gelar perkara (ekspose) BLBI dan disimpulkan ada perbuatan pidana yang dilakukan beberapa pihak. Namun, KPK tak urung mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk penetapan tersangka.

Dalam perkara ini, Lusiana diduga mengelola tanah yang diberikan kepada penyelenggara negara yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan SKL. BPPN penerbitkan SKL berdasarkan Inpres No. 8 Tahun 2002 saat kepemimpinan Presiden Megawati yang mendapat masukan dari mantan Menteri Keuangan Boediono, Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-djakti, dan Laksamana Sukardi.

Alhasil, sebanyak Rp 144,5 triliun dana BLBI dikucurkan kepada 48 bank umum nasional. Namun, sejumlah obligor tak mengembalikan dananya hingga negara mengalami kerugian sebanyak Rp138,4 triliun, dan baru 16 orang yang diproses ke pengadilan.

Sedangkan para obligor yang tidak mengembalikan dana justru mendapatkan mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Kejaksaan Agung karena mendapatkan SKL berdasarkan Inpres No. 8 tahun 2002 tentang pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitor yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitor yang tidak menyelesaikan kewajibannya berdasarkan PKPS.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), nilai penjualan dari aset Salim yang diserahkan ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) untuk penyelesaian BLBI ternyata hanya 36,7 persen atau sebesar Rp19,38 triliun dari Rp 52,72 triliun yang harus dilunasi. (wan)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *