Visit Raja Ampat

Categories

Kalender

April 2016
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Poros Berita ... Pusat Berita Indonesia......

Kejagung Telaah kasus Dugaan Rekayasa Proyek di BPS

PENYIDIK Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah menelaah  kasus dugaan rekayasa dalam proyek pengadaan tas dan rompi Tahun Anggaran (TA) 2015 di Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat.

“Iya, perkaranya sedang ditelaah dulu,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Arminsyah kepada wartawan di Kejagung, Senin (7/3/2016).

Kasus yang dilaporkan Ketua oleh Jakarta Procurement Monitoring (JPM), Ivan Parapat tersebut diterima pihak Pidsus Kejagung pada 18 Februari 2016 lalu.

Ivan mengaku telah menerima informasi bahwa kasus yang berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah itu, kini sedang ditelaah jaksa pada Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejagung.

“Barusan saya cek surat laporannya dan sudah ditelaah bagian Subdit Tipikor. Kami apresiasi kerja Kejagung yang cepat menangani laporan masyarakat,” jelas Ivan.

Menurut Ivan, dalam laporannya disertai data-data pendukung yang bisa dijadikan penyelidik Pidsus Kejagung untuk menuntaskan kasus tersebut,

Adapun pihak yang dianggap bertanggungjawab dalam pelaksanaan proyek diantaranya Kepala BPS, Suryamin selaku Pengguna Anggaran (PA), Arie Sukarya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Kepala BPS Pak Suryamin dalam proyek ini selaku PA bertanggungjawab atas dugaan adanya kongkalikong sehingga berpotensi merugikan negera hingga puluhan miliar,” tandas Ivan.

Untuk diketahui, JPM menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek tersebut. Diantaranya, pemenang lelang dalam pekat pengadaan tas dan ATK (Alat tulis kantor) senilai Rp27 miliar lebih adalah perusahaan yang sebelumnya dianggap Pokja telah memalsukan dokumen berupa kwitansi.

Dimana, Kabag Perlengkapan BPS, Muryadi Jaka Pratama mengaku bahwa PT PKM yang memenangkan lelang kedua paket tas dan rompi sebelumnya pada lelang pertama telah memalsukan dokumen lelangnya.

“Sesuai pengakuan Pak Jaka saat lelang pertama atau saat paketnya masih disatukan ada perusahaan yang memalsukan dokumen kwitansi. Nyatanya, perusahaan itu tidak di black list dan justru bisa ikut lelang pada lelang kedua saat paket dipecah bahkan PT PKM menang?,” kata Ivan.

Awalnya panitia/pokja proyek dengan nilai HPS Rp. 81 miliar lebih telah menetapkan pemenang lelang yakni, CV CBJ dengan harga penawaran Rp. 68 miliar lebih, meskipun ada penawar terendah yakni PT PKM senilai Rp 52 miliar lebih.

PT PKM tidak menang karena pokja menemukan bukti adanya pemalsuan kwitansi kepemilikan mesin.

Pada lelang kedua atau saat paket proyek dipecah, ternyata paket paket tas dan ATK dimenangkan oleh PT. PKM senilai Rp27 miliar lebih. Sedangkan proyek pengadaan Rompi dan Topi dimenangkan oleh CV. EB senilai Rp26 miliar lebih.

“Selain itu, ada banyak kejanggalan dan pelanggaran fatal yang dilakukan pihak BPS dalam proyek ini, Semua datanya sudah saya serahkan ke Pidsus Kejagung,” pungkas Ivan. (wan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *