Sat. Nov 27th, 2021

KNKT Bantah CVR Lion Air JT 610 Bocor

epa07281707 A handout photo made available by the Indonesian Navy Information Center shows the Lion Air JT-610 cockpit voice recorder being stored inside a special container shortly after it was found underwater, in Jakarta, Indonesia, 14 January 2019. According to media reports on 14 January 2019, Indonesian officials found the cockpit voice recorder from Lion Air flight JT-610. The plane lost contact with air traffic controllers soon after takeoff then crashed into the sea off the coast of Jakarta on 29 October. The flight was en route to Pangkal Pinang, and all 189 people onboard the Boeing 737 MAX passenger jet were killed in the plane crash. EPA-EFE/PUSHIDROSAL / HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES

Porosberita.com, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi(KNKT) membantah rekaman percakapan Cockpit Voice Recorder (CVR) penerbangan Lion Air PK LQP rute Jakarta-Pangka Pinang yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 bocor.

Pernyataan tersebut menyusul dugaan bocornya rekaman CVR di mana disebutkan bahwa sebelum pilot pesawat Lion Air JT 610, pilot sempat berujar “Allahuakbar” yang dirilis kantor media asing Reuters.

Dalam pemberitaannya yang berjudul ‘Exclusive: Black Box Reveals Clues to Lion Air Crash’, Reuters menyebutkan bahwa pilot panik mencari petunjuk mengapa pesawatnya terus menukik. Reuters mengklaim mendengar isi rekaman CVR dari tiga sumber anonim.

Bantahan itu disampaikan langsung oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/3/2019).

Soerjanto menegaskan bahwa rekaman tersebut tidak ada di server milik KNKT dan tidak ada di internet. “Rekaman Denpasar-Jakarta bocor. Jelas-jelas itu bohong. Karena, hanya bisa dibuka saat akan investigasi. Boeing dan FAA pun tidak punya,” ujar Soerjanto.

Menurutnya, CVR hanya merekam penerbangan dua jam terakhir, artinya data rekaman penerbangan Denpasar-Jakarta sudah terhapus (overwritten).

“Jadi, penerbangan JT043 sudah terhapus (overwritten) sehingga sudah tidak ada di CVR. KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” paparnya.

Dikatakannya, hasil pengunduhan CVR merekam sejak persiapan penerbangan JT610 Jakarta-Pangkal Pinang sampai dengan akhir penerbangan.

Sehubungan dengan perkembangan investigasi disampaikan bahwa KNKT telah melakukan kunjungan ke Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan JT610 menggunakan engineering simulator dan diskusi terkait sistem pesawat Boeing 737 Max-8. Dalam hal ini, KNKT telah berdiskusi dengan Boeing dan FAA terkait design sistem MCAS (Manuvering Characteristic Augmentation System) dan approval yang diberikan oleh FAA.

Seluruh Hasil Investigasi akan disampaikan KNKT pada Agustus atau September 2019 nanti. (wan)