Fri. May 7th, 2021

Wajar PSI Tak Lolos ke Senayan

Porosberita.com, Jakarta – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi menilai wajar prediksi dan survei bahwa partai-partai baru, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak lolos “electoral threshold” atau ambang batas minimal suatu partai untuk memperoleh kursi (wakil) di parlemen.

“Faktor tidak lolos selain sebagai new comer,  positioning dan strategi branding mereka pun terbilang tidak tepat,” ujar Ari di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Ari menjelaskan akibat pengambilan posisi dan strategi kampanye untuk citra diri dan partai yang tidak tepat, maka hasilnya tentu saja tidak mendongkrak elektabilitas, bahkan menimbulkan dampak persepsi negatif publik.

“Itu bisa terlihat dari tingginya resistensi masyarakat, terhadap partai-partai baru termasuk PSI yang dibesut anak-anak milenial,” imbuhnya.

Diketahui, hasil survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan tidak satu pun partai pendatang baru di Pemilu 2019 yang lolos ambang batas parlemen (PT) empat persen.

Bahkan, survei tersebut juga menunjukkan resistensi atau penolakan masyarakat terhadap partai-partai tersebut. Hal itu bisa terlihat dari angka resistansinya lebih tinggi dari elektabilitas partai.

Berdasarkan survei Litbang Kompas pada Kamis (21/3/2019), PSI memiliki elektabiltas 0,9 persen, resistensi masyarakat 5,6 persen. Partai baru yang dipimpin Grace Natalie ini mempunyai resistensi yang paling tinggi.

Selanjutnya adalah Perindo dengan elektabilitas 1,5 persen, resistensinya 1,9 persen. Kemudian Berkarya elektabilitas 0,5 persen, resistensinya 1,3 persen, dan Partai Garuda elektabilitas 0,2 persen, resistensinya 0,9 persen. (wan)