Sun. May 9th, 2021

SP PT. Djakarta Lloyd Gelar Diskusi Saat May Day

Porosberita.com, Jakarta – Aksi Mayday tahun 2019  terjadi di berbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta, Lampung, Makassar, Malang, Surabaya, Medan, Denpasar, Bandung, Semarang, Samarinda, Manado, dan Batam. Di Jakarta  puluhan ribu pekerja /buruh terkonsentrasi di beberapa titik seperti Bundaran HI dan Parkir Timur Senayan, dengan sasaran utama adalah Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto dan Istana Negara atau Istana Kepresidenan.

Berbeda dengan serikat pekerja /buruh lainnya, yang melaksanakan kegiatan Mayday dengan aksi turun kejalan , Serikat Pekerja PT. Djakarta Lloyd melaksanakan kegiatan mayday tahun  2019 dengan mengadakan acara diskusi tentang hubungan Industrial yang diadakan oleh Pengurus Serikat Pekerja (SP) PT. Djakarta Lloyd dengan Pembicara Ketua Umum DPP  FSP.KEP yang juga sebagai Wakil Ketua Umum DPP K.SPSI 1973 , Carum Widodo.

Menurut Fachrudin, Salah seorang Pengagas berdirinya kembali SP PT. Djakarta Lloyd, Dan Mantan Aktivis Mahasiswa yang pernah menjadi Wakil Sekjend DPP Federasi Serikat Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia SPSI, “ Keberadaan Serikat Pekerja/Buruh dalam suatu perusahaan sudah seharusnya menjadi mitra yang strategis bagi pengusaha dalam meningkatkan kemajuan perusahaan , bukan malah sebaliknya. karena ada angapan yang kurang baik selama ini dari sebagian Pengusaha  tentang keberadaan serikat Pekerja dalam suatu perusahaan, hal ini terjadi karena adanya komunikasi yang kurang baik antara pengurus Serikat Pekerja dengan Pengusaha.

Selain itu, menurut Fachrudin , Serikat Pekerja mempunyai beberapa peranan, antar lain :

a.            Serikat pekerja mempunyai fungsi Kanalisasi, yaitu fungsi menyalurkan aspirasi, saran, pandangan, keluhan bahkan tuntutan masing – masing pekerja kepada pengusaha dan sebaliknya, serikat pekerja berfungsi sebagai saluran informasi yang lebih efektif dari pengusaha kepada para pekerja ;

b.            Dengan memanfaatkan jalur dan mekanisme serikat pekerja, pengusaha dapat menghemat waktu yang cukup besar menangani masalah – masalah ketenagakerjaan, dalam mengakomodasikan saran – saran mereka serta untuk membina para pekerja maupun dalam memberikan perintah – perintah, daripada melakukannya secara individu terhadap setiap pekerja ;

c.             Penyampaian saran dari pekerja kepada pimpinan perusahaan dan perintah dari pimpinan kepada para pekerja, akan lebih efektif melalui serikat pekerja, karena serikat pekerja sendiri dapat menseleksi jenis tuntutan yang realistis dan logis serta menyampaikan tuntutan tersebut dalam bahasa yang dapat dimengerti dan diterima oleh direksi dan perusahaan ;

d.            Dalam manajemen modern yang menekankan pendekatan hubungan antar manusia (Human Approach ), diakui bahwa hubungan nonformal dan semiformal lebih efektif atau sangat diperlukan untuk mendukung daripada  hubungan formal. Dalam hal ini serikat pekerja dapat dimanfaatkan oleh pengusaha sebagai jalur hubungan semi formal;

e.            Serikat pekerja yang berfungsi dengan baik, akan menghindari masuknya anasir – anasir luar yang dapat mengganggu kelancaran usaha  dan ketenagakerjaan didalam Perusahaan.

Oleh sebab itu, Fachrudin sangat yakin bahwa  PT. Djakarta Lloyd akan menjadi  BUMN yang sangat diperhitungkan oleh siapapun , karena  hubungan industrialnya yang harmonis antara serikat pekerja/pekerja  dan Pihak Direksi .

“Semenjak Direktur Utama PT. Djakarta Lloyd di pegang oleh Bapak Suyoto, seorang yang ahli dalam industri manajemen kapal .kemajuan Perusahaan sangat membangakan.dan diakui oleh semua pihak,” ujarnya.

Menurut Ketua Umum SP PT. Djakarta Lloyd Bayu Dwi Nugroho, keberlangsungan perusahaan tidak bisa dilepaskan dari peran para pekerjanya. Pekerja selain berhak atas hak-haknya, mempunyai kewajiban, salah satunya adalah menjaga keberlangsungan usaha.

Dalam hal ini, bukan berarti perusahaan mengeksploitasi kaum pekerja. Memang peran pimpinan perusahaan dalam menentukan kebijakan dan pemegang kendali perusahaan sangat penting. Tetapi keberlangsungan perusahaan juga sangat tergantung dari kolaborasi atau hubungan yang baik antara pekerja yang di wakili Serikat Pekerja dengan pimpinan perusahaan.

Ada lima hal yang bisa dan harus dilakukan oleh pekerja / Serikat Pekerja yaitu :

1.            Menjaga stabilitas pekerjaan

Penurunan dan peningkatan produktivitas kerja adalah fase yang pasti ada dan akan terus terjadi. Sudah seharusnya, baik pimpinan perusahaan maupun pekerja, atau siapa pun memahami hal ini. Bahwa peran pekerja bukan hanya bekerja saja, tapi juga menjaga stabilitas pekerjaan. Menjaga stabilitas pekerjaan adalah tantangan. Pekerjaan yang terus bertambah dan waktu istirahat yang tidak digunakan dengan bijak adalah salah . Jadi sekeras bagaimana usaha seorang pekerja dalam melewati tantangan-tantangan yang ada, peran menjaga stabilitas pekerjaan inilah yang perlu dipahami demi keberlangsungan bisnis perusahaan.

2.            Meningkatkan kualitas kerja lewat potensi masing-masing pekerja.

Setiap pekerja mempunyai potensi yang berbeda. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan kualitas kerja, apalagi bila perbedaan potensi di masing-masing pekerja ini sanggup dioptimalkan. Bukan hanya dapat meningkatkan kualitas kerja, meningkatkan daya saing perusahaan pun secara otomatis terbantu oleh salah satu peran pekerja ini.

3.            Inovatif dan mempunyai kreativitas yang tinggi

Gagasan-gagasan untuk melebarkan sayap perusahaan kadang menemukan jalan buntu. Dibutuhkan inovasi dan kreativitas yang tinggi dari seluruh pekerja, terutama pimpinan yang mempunyai kendali atas otoritas perusahaan, untuk keluar dari jalan buntu dan mempertahankan keberlangsungan organisasi.

Bila pekerja tidak inovatif dan tidak mempunyai kreativitas yang tinggi, tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan pasti lebih memilih mempekerjakan pekerja yang inovatif dan kreatif serta mau bekerja keras, daripada karyawan dengan gelar tinggi tapi hanya ingin bekerja yang ‘enak-enak’ saja.

4.            Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak intern maupun ekstern

Komunikasi dengan pihak intern maupun ekstern juga penting dilakukan pekerja. Selain demi keberlangsungan perusahaan, hal ini juga memudahkan dalam memperluas relasi pekerja itu sendiri.

5.            Menjaga nama baik perusahaan

Dari keempat peran pekerja di atas, yang terakhir yang perlu dilakukan adalah menjaga nama baik perusahaan. Bagaimana pun kondisi perusahaan, bagaimana pun cara kerja perusahaan atau sikap dengan rekan sesama karyawan, sebaiknya setiap karyawan menyembunyikan hal ini, terutama terhadap orang-orang di luar organisasi. Peran pekerja yang satu ini memang terkesan impresif. Tapi masing-masing perusahaan mempunyai kebijakan, dan kebijakan itulah yang menciptakan peran-peran pekerja, yang penting dalam keberlangsungan bisnis perusahaan.

Setelah pekerja melakukan peran peran tersebut dengan  baik  maka usaha perusahan dapat berkembang dengan baik pula, maka sudah sewajarnya perusahaan memberikan apresiasi kepada pekerjanya dengan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Karena pada hakekatnya Pekerja adalah aset dari perusahaan,” pungkas Bayu. (rid)