Fri. Dec 6th, 2019

Malaysia Identifikasi Titik Api di Kalimantan dan Sumatera

Porosberita.com, Jakarta – Malaysia mengidentifikasi ada sekitar 48 titik api yang terdiri dari dua titik ditemukan di Pahang dan Johor, enam titik di Kalimantan, dan 40 titik panas di Sumatera.

Direktur Jenderal Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia), Jailan Simon, mengatakan lembaganya akan terus memantau situasi kebakaran hutan yang ada di Indonesia secara nasional.

Ia juga menuturkan akan memberikan informasi kepada lembaga terkait demi mengantisipasi penegakan hukum dan persiapan manajemen bencana.

“Warga disarankan untuk mengikuti instruksi dari pihak berwenang dan tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka, terutama ketika cuaca panas dan kering,” kata Jailan pada Kamis (8/8/2019).

“Kami juga ingin menyarankan semua orang untuk mengikuti pedoman kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian kesehatan selama kabut asap berlangsung,” katanya menambahkan.

Sementara itu, pantauan situs web Indeks Pencemaran udara (API) Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia menunjukkan semua stasiun pemantau udara di Malaysia tergolong dalam kategori “sedang”, kecuali satu stasiun.

Dikutip The Star, The Johan Setia, Stasiun Klang, mencatat pencemaran udara di wilayah itu telah memasuki level “tidak sehat”, di mana API berada di atas 105 sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Sebelumnya, MetMalaysia juga telah menyatakan ada kemungkinan Negeri Jiran akan terpengaruh kabut asap karhutla dan lahan dari Sumatera serta Kalimantan pada pekan ini.

Sebab, arah angin muson masih bertiup ke arah barat daya.

“Dari hasil pemantauan terakhir masih terlihat kabut asap tipis di wilayah semenanjung dan sebelah barat negara bagian Sarawak, karena ada penambahan titik api di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan,” kata Jailan seperti dilansir asiaone.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) menyatakan musim kemarau dan embusan angin kencang dari sebelah tenggara dan selatan bisa membuat titik api bisa bertambah.

Merespons hal ini, Kementerian Kesehatan Malaysia menerbitkan imbauan supaya penduduk mengurangi kegiatan di luar ruang.

Kemenkes Malaysia juga meminta penduduk mengenakan masker dan payung atau topi jika harus berkegiatan di luar ruangan, serta perbanyak minum air putih.

Kebakaran hutan memang menjadi masalah menahun bagi sejumlah negara di Asia Tenggara terutama Indonesia.

Karena itu, lima negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand sepakat mengatasi masalah kabut asap di kawasan bersama-sama.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan ke-21 Sub-Regional Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haza Pollution yang berlangsung di Brunei pada Selasa pekan ini.

Kelima negara itu berjanji akan meningkatkan tindakan pencegahan untuk meminimalisir timbulnya kabut asap di kawasan selama musim kemarau antara Agustus hingga Oktober tahun ini.

Mereka juga sepakat meningkatkan kerja sama dalam mengatasi kabut asap di seluruh wilayah secara efektif, melalui penerapan Hazing Acrros Borders Action Plan. Demikian dilansir dari CNN Indonesia.com. (nto)