Sun. Sep 22nd, 2019

Pemerintah Belum Punya Dana Pindahkan Ibu Kota

Porosberita.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alokasi dana untuk pembangunan ibu kota baru tidak dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Sebab, sampai saat ini desain  rencana ibu kota baru belum selesai.

“Iya, jadi anggaran untuk pemindahan ibu kota tidak masuk RAPBN karena masih dalam proses perencanaan,” kata Sri Mulyani, Jumat (16/8/2019).

Terkait perencanaan ibu mota baru, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan pihaknya siap mengucurkan dana sekitar belasan miliar untuk membiayai rencana induk atau master plan ibu kota baru.

“Bappenas sudah antisipasi soal dananya sekitar belasan miliar untuk master plan. Jadi, sifatnya lebih ke persiapan,” jelasnya.

Sementera untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  Bambang menjelaskan bahwa kementerian itu juga telah menyediakan dana antisipasi untuk pembangunan ibu kota baru. Namun, jumlahnya  lebih besar dari yang disiapkan oleh Bappenas.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan bahwa dana yang disiapkan pemerintah dalam APBN untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan sekitar Rp93 triliun. Artinya, jumlah itu kurang 20 persen dari total dana yang dibutuhkan mencapai Rp500 triliun.

Sebelumnya, telah disampaikan bahwa untuk membangun ibu kota baru yang menelan anggaran tidak sedikit itu, maka Pemerintah berencana menyewakan sejumlah aset di DKI Jakarta.

Terkait pemindahan ibu kota ke Kalimantan, Presiden Jokowi telah meminta ijin kepada parlemen yang disampaikan langsung saat pidato kenegaraan dalam sidang bersama DPD RI – DPR RI di gedung DPR/MPR RI pada Jumat (16/8/2019). “Dalam kesempatan yang bersejarah ini, Dengan memohon ridho Allah Subhanahu Wa ta’ala, dengan meminta ijin dan dukungan dari bapak/ibu anggota dewan yang terhormat, para sesepuh, para tokoh bangsa, terutama dari seluruh rakyat Indonesia dengan ini saya mohon ijin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan,” ujar Jokowi. (bto)