Sun. May 9th, 2021

Ini Syarat NasDem Bagi Kandidat kepala Daerah

Porosberita.com, Jakarta – Setiap kandidat calon kepala daerah yang mengajukan diri untuk diusung Partai NasDem pada Pilkada 2020 nanti wajib penuhi empat syarat.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Effendy Choirie menyebutkan empat syarat itu diantaranya popularitas, elektabilitas, dan logistik yang cukup.

“NasDem berlakukan syarat bagi seluruh calon, yakni popularitas, disukai oleh publik, elektabilitas, dan punya logistik yang cukup atau bahasa yang bermartabat memiliki kemandirian dan dapat memobilisasi dukungan politik,” jelas Effendy Choirie atau akrab disapa Gus Choi saat konferensi pers di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Gus Choi mengatakan, empat syarat itu paling mendasar yang harus menyatu dimiliki oleh kandidat calon kepala daerah yang diusung NasDCem. Jadi, kendati sang kandidat memiliki gelar akademis yang mumpuni, seperti profesor tapi tanpa keempat syarat itu, maka sulit untuk diusung NasDem.

“Meskipun dia profesor, doktor, maupun ilmunya tinggi tetapi tidak ada logistik, berat. Sebaliknya, kalau punya logistik dan popular tetapi tidak disukai masyarakat, ya, susah. Jadi, empat-empatnya harus integrated. Itu persyaratan menang,” terangnya.

Meski begitu, lanjut Gus Choi, NasDem tetap berpegang teguh pada politik tanpa mahar. Hal itu bukan menjadi sebuah retorika, melainkan benar-benar direalisasikan dan menjadi kekuatan.

Dikatakannya, politik tanpa mahar dilakukan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya praktik korupsi ketika kandidat yang diusung terpilih sebagai kepala daerah.

“NasDem sadar, setiap gubernur, bupati/wali kota ketika terpilih yang pertama dilakukan adalah mengembalikan modal. Modal yang dikeluarkan untuk membayar kursi ke partai. NasDem bebas dari semua itu. Kami ingin mengusung calon yang bersih,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Bappilu NasDem Willy Aditya mengatakan bahwa pihaknya tetap mengedepankan politik tanpa mahar pada pendaftaran kandidat calon kepala daerah dalam Pilkada 2020.

“Barang siapa ada yang melakukan pungutan, NasDem akan tegas lakukan pemecatan,” tegasnya.

Lebih jauh, Willy mengungkapkan dalam pilkada 2020  mendatang, ada sejumlah daerah yang tidak dibuka pendaftaran calon kepala daerah. Alasannya, NasDem memiliki petahana yang dinilai memiliki kinerja baik.

“Ada sekitar 20 daerah yang tidak buka pendaftaran karena ada kader yang bagus. Ini sebagai bentuk penghargaan atas kerja baik mereka, seperti Gorontalo, Lampung di Pesisir Barat, dan Batam,” pungkasnya. (rud)