Thu. Nov 14th, 2019

Wali Kota Medan dan Sejumlah pejabat di Daerah Lainnya Kena OTT KPK

Porosberita.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk sejumlah pejabat daerah, diantaranya Wali Kota Meda, Sumatera Timur.

Penangkapan Wali Kota Medan, Sumatera Utara pada Rabu (16/10/2019) malam. Selain Walikota, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu, KPK juga berhasil sejumlah pejabat daerah setempat.

“OTT tadi malam sampai dini hari tadi, total tujuh orang diamankan, yaitu Wali Kota, Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan Wali Kota, swasta.,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Ketujuh orang yang diciduk tersebut, kini masih menjalani pemeriksaa KPK.

Meski begitu, Febri belum bisa merinci terkait apa penangkapan dilakukan. Tapi, Febri mengungkapkan bahwa saat OTT berhasil disita uang sebesar Rp200 juta rupiah.

“Dalam OTT, uang yang diamankan Rp200 juta lebih. Diduga setoran dinas-dinas yang sudah berulangkali dilakukan,” jelas Febri.

Sebelumnya, KPK juga menciduk sejumlah pejabat di Indramayu dan Kalimantan Timur.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Bupati Indramayu Supendi diduga menerima Rp200 juta dari rekanan sebagai bagian dari janji imbalan tujuh proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Untuk itu, KPK telah menetapkan Supendi, sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah; Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempy Triyono; dan Pimpinan Perusahaan CV Agung Resik Pratama, Carsa ES.

Para tersangka pun sudah ditahana di rutan berbeda. Supendi ditahan di rutan cabang KPK di C1.

Omarsyah dan Wempy ditahan di rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Sedangkan Carsa di rutan Polres Jakarta Timur.

Sementara pada Selasa (15/10/2019) malam, KPK juga telah mengamankan delapan orang dalam operasi tangkap tangan di Kalimantan Timur dan Jakarta.

Dalam OTT itu, KPK menangkap tujuh orang di Kalimantan Timur dan langsung menjalani proses pemeriksaan awal di Polda Kalimantan Timur. Sementara satu orang lainnya ditangkap di Jakarta dan kini sedang menjalani pemeriksaan di Kantor KPK. (wan)