Wed. May 19th, 2021

Myanmar Tangkap 22 Muslim Rohingya

Porosberita.com, Jakarta – Otoritas Myanmar mengamankan 22 etnis minoritas Muslim Rohingya yang mencoba kabur dari negara bagian Rakhine menggunakan kapal pada pekan lalu.

“Ada total 22 orang, sembilan pria dan 13 wanita ditemukan pada Rabu pagi pekan lalu,” ucap juru bicara Kepolisian Myanmar, Ayeyarwaddy Tu Shwe kepada AFP seperti dilansir pada Senin (25/11/2019).

Tu Shwe menuturkan puluhan Rohingya itu telah berlayar selama empat hari dari kamp penampungan Thetkaypyin di dekat Ibu Kota Negara Bagian Rakhine, Sittwe.

Dia menerangkan puluhan Rohingya terpaksa berlabuh lagi ke daratan karena kapal yang mereka tumpangi mulai bocor. Orang-orang Rohingya ini berupaya pergi ke Yangon untuk mencari pekerjaan.

Hingga kini, Tu Shwe mengatakan belum ada keputusan dari pejabat berwenang apakah akan akan dikirim kembali ke Rakhine atau tidak. Pihak kepolisian masih memburu kemungkinan adanya pelaku perdagangan yang terlibat dalam kasus ini.

Penangkapan terhadap muslim Rohingya bukan pertama kali terjadi. Pada September lalu sebanyak 30 Rohingya, termasuk sembilan anak-anak ditahan ketika hendak menempuh perjalanan dari Rakhine ke Yangon menggunakan perahu.

Otoritas Myanmar menahan delapan remaja yang tertangkap di pusat penahanan, sementara seorang anak berusia lima tahun dipenjara bersama sang ibu dan tahanan lainnya. Kesemuanya kemudian divonis penjara dua tahun.

Etnis minoritas Rohingya yang sebagian besar tinggal di Rakhine menyorot perhatian dunia setelah diduga menjadi korban persekusi militer Myanmar.

Krisis kemanusiaan yang menargetkan etnis Rohingya kembali memburuk pada pertengahan 2017 lalu. Krisis itu dipicu oleh operasi militer Myanmar untuk menangkap kelompok teroris lokal yang menyerang sejumlah pos keamanan.

Alih-alih menangkap para pelaku, militer Myanmar diduga mengusir, menyiksa, memerkosa, hingga membunuh etnis Rohingya di Rakhine. Dugaan kekerasan itu memicu gelombang pengungsi Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Hingga kini, PBB mencatat masih ada sedikitnya 700 ribu pengungsi Rohingya yang menunggu dipulangkan dari Bangladesh ke kampung halaman mereka di Rakhine. Hingga kini perjanjian pemulangan Rohingya yang disepakati Myanmar-Bangladesh tak menunjukkan progres repatriasi yang signifikan. Demikian dilansir CNN Indonesia.com. (nto)