Tue. May 18th, 2021

Moda Transportasi berbasis Rel Diprediksi Maju

Porosberita.com, Jakarta – Perkembangan Moda Transportasi berbasis Rel di Jabodetabek nampaknya akan mengalami kemajuan pesat, hal ini seiring dengan  prediksi BPTJ yang menargetkan Modal Share angkutan umum di Jabodetabek naik menjadi 35,6 % pada kwartal pertama 2020 naik dari capaian 2019  yang hanya 32 % yang akan menuju sampai 60 % pada 2029 melalui Progam Keterintegrasian dari Sistem jaringan hingga Ticketingnya dan untuk penerapan ERP saat ini sedang disusun regulasinya.

Demikian di sampaikan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Ir.Bambang Prihartono kepada awak media,Rabu,(4/12/2019) di Jakarta. “Kami memprediksi animo masyarakat terhadap penggunaan Moda Transportasi massal, khususnya berbasis rel, akan mengalami peningkatan sangat pesat,dari pengamatan tersebut sehingga BPTJ menargetkan mencapai 60% di tahun 2029” ungkapnya.

Karena itu, program yang dapat menggapai apa yang sudah di targetkan, tentunya hal tersebut tidak bisa di kerjakan BPTJ secara sepihak dan sendirian, melainkan juga memerlukan sinergisitas dengan berbagai stakeholderd (pemangku kepentingan) di antaranya dari pihak perguruan tinggi, untuk melakukan kajian strategis, praktis, komprehensif, terukur dan terarah.

” Kami senantiasa terbuka bagi siapapun untuk kerja bersama untuk mencapai target yang telah kita tentukan”pungkas Bambang.

Sementara itu, Pusat Kajian Urban Transport Berbasis Angkutan Rel dibawah Naungan Prodi Ril FakultasTeknik ITL dipimpin Ir. Haris Fabillah,MBA ketika menanggapi informasi tersebut, mengemukakan bahwa Penggagas Pusat Kajian dimaksud telah mengadakan Seminar Nasional beberapa waktu yang lalu, dan juga telah melakukan Kajian secara Komprehensif mengenai seberapa besar Share Angkutan Jalan Rel memberikan Kontribusi secara Signifikanterhadap modal share angkutan umum perkotaan tersebut.

“Kami sangat menyambut baik ajakan kerja bersama dari pihak BPTJ, bahkan kami telah menggelar  FGD sebagai wahana mengkaji permasalahan tersebut untuk membuat program peningkatannya” ucap Ir. Haris Fabillah,MBA kepada Pers di kampus ITL Trisakti, Rabu,(4/12/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa hasil kajian itu adalah membuat program peningkatan antara lain melalui pembangunan TOD diwilayah wilayah stasiun MRT dan LRT.

“Adapun saat ini, kami sedang melakukan penelitian yang menitikberatkan tentang bagaimana peran  TOD bisa benar benar menaikkan share penumpang MRT dan LRT secara siqnifikan melalui program kelembagaannya maupun pembiayaannya”ungkap Haris.

Hal senada juga di sampaikan Rektor ITL Trisakti Dr.Ir Tjuk Sukardiman bahwa seluruh civitas akademika ITL Trisakti sangat peduli dan bahkan memiliki keinginan untuk berkonstribusi strategis terhadap Moda Transportasi berbasis Rel di kawasan Jabodetabek maupun di seluruh wilayah Negara Kesatuan Indonesia, bentuk konstribusi tersebut bukan hanya bersinergi dengan BPTJ dalam memberikan sumbangsih konsepsi gagasan maupun hasil kajian saja, melainkan juga berkonstribusi menyediakan sumber daya manusia yang unggul,berkualitas, berkarakter Pancasila dan bereputasi global di bidang transportasi dan logistik, khususnya di bidang Moda Transportasi berbasis Rel.

” Ya, kami siap kerja bersama, bersinergi dan berkonstribusi strategis terhadap perkembangan Moda Transportasi berbasis Rel di kawasan Jabodetabek maupun di seluruh wilayah Tanah Air”pungkas Dr.Ir Tjuk Sukardiman Rektor ITL Trisakti menutup perbincangannya dengan awak media di kantornya, di kampus ITL Trisakti. (sur)