Sun. Oct 17th, 2021

Rudiantara Dirut PLN Gantikan Sofyan Basir

Rudiantara

Porosberita.com, Jakarta – Presiden Jokowi telah menunjuk Rudiantara menjadi Direktur Utama  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Rudiantara akan mengisi posisi direktur utama yang ditinggalkan oleh Sofyan Basir.

“Yap Pak Erick juga sudah sampaikan. Pak Rudi yang terbaik,” kata Staf khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (9/12/19).

Diketahui, posisi direktur utama PLN saat ini memang kosong. Tugas utama direktur utama perusahaan setrum negara tersebut saat ini dipegang oleh pelaksana tugas.

Kekosongan terjadi setelah Sofyan Basir ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi pembangunan PLTU Riau -1.

Sebelum dipastikan menjadi direktur utama PLN, Rudiantara merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika. Posisi menteri dipegangnya pada masa Kabinet Kerja.

Rudiantara juga pernah menjabat sebagai wakil direktur utama PLN.

Menanggapinya, Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo mengaku tak mempermasalahkan jika memang mantan Menkominfo itu sudah ditunjuk menjadi bos PLN.

“Tentu itu adalah kewenangan dari RUPS, kepada Beliau tentu kita berharap ada semangat baru dan harapan baru,” kata politikus Partai Demokrat ini.

Namun demikian, Sartono punya tiga catatan besar yang tentu harus dijawab lewat kinerja oleh Rudiantara.

Pertama, adanya ketidakseimbangan antara penyediaan listrik dengan kebutuhan listrik.

“Dirut PLN baru harus punya langkah yang lebih Jitu dalam mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

Kedua, masalah yang dihadapi PLN adalah soal pendapatan PLN yang selalu minus sehingga selalu disubsidi pemerintah.

“Yang paling harus segera disiapkan adalah bagaimana ketahanan keuangan PLN, lebih lagi persiapan menyambut serapan dri 35.000 MW, sebagaimana target Pembangunan Pembangkit listrik oleh Pemerintah,” terangnya.

Terakhir, yakni perlu ada keseriusan dibarengi dengan keberpihakan kepada energi terbarukan, disektor pembangkit. Agar kebutuhan listrik nasional lebih merata.

“Yakinin saja semakin murah harga tarif listrik maka akan semakin mendorong laju investasi dan pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi,” tegas Sartono. (nto)