Tue. Aug 3rd, 2021

China Latihan Perang di Laut China Selatan

Porosberita.com, Jakarta – China dikabarkan terus meningkatkan intensitas latihan militer di Laut China Selatan untuk bersiap menghadapi “konfrontasi tak terduga” di perairan bersengketa itu.

Harian militer China, PLA’s Daily, melaporkan pasukan penerbangan angkatan laut China di bawah komando wilayah selatan telah menyelesaikan latihan pengintaian peringatan dini yang dimulai sejak pertengahan November lalu.

Latihan tersebut mengajarkan para pasukan angkatan laut untuk mengidentifikasi lebih dari 10 jenis sinyal radio “musuh”.

“Berbeda dari latihan yang dilakukan tahun lalu, latihan ini jauh lebih lama dalam konteks rentang waktu dan berfokus pada mode persiapan konfrontasi sejak awal, juga dilakukan pada malam hari,” kata Komandan Yan Liang seperti dikutip koran corong militer China tersebut pada Senin (16/12).

“[Latihan semacam ini] terus-menerus menantang batas kemampuan personel dan peralatan, dan membantu memperkuat kemampuan tempur pasukan darurat kami,” ujarnya menambahkan seperti dikutip the South China Morning Post.

Latihan tersebut melibatkan dua kelompok pesawat tempur. Serangkaian jet tempur di kelompok pertama dilatih berbagi data intelijen kepada kelompok kedua.

Pertukaran informasi itu dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan informasi tentang sekelompok target di perairan dalam mode pertahanan.

Seorang perwira dalam laporan PLA’s Daily menuturkan bahwa China telah mengubah pendekatan pertahannya dari pasif menjadi proaktif.

“Saat ini, ‘kesulitan’ dan kecerdasan’ telah menjadi kata-kata yang lebih sering digunakan dalam latihan kami dan kami telah membuat sejumlah rencana detail untuk menghindari risiko dan bahaya dalam setiap latihan,” tutur perwira anonim itu.

Sementara itu, menurut pakar militer China yang berbasis di Beijing, Zhou Chenming, latihan militer ini memang berbeda dari yang selama ini dilakukan Negeri Tirai Bambu.

Zhou menganggap perubahan dalam latihan ini diperlukan bagi angkatan udara China setelah merampungkan tahap awal modernisasi.

Latihan di Laut China Selatan ini berlangsung ketika ketegangan antara China dan AS juga masih memanas.

AS selalu mengecam klaim China atas lebih dari 90 persen wilayah di Laut China Selatan.

Di tengah sengketa wilayah Laut China Selatan, Washington selalu berupaya menegaskan kebebasan bernavigasi di perairan yang menjadi jalur utama perdagangan itu.

Demi melawan klaim China atas Laut China Selatan, AS telah mengadakan setidaknya 85 latihan militer bersama sekutu di wilayah Indo-Pasifik selama 2019.

“Melalui serangkaian latihan militer ini, AS berupaya meningkatkan pengaruh dengan negara lain dan membuat kehadiran militernya lebih kuat untuk membendung kebangkitan China sebagai kekuatan maritim,” kata lembaga think tank yang berafiliasi dengan Peking University, South China Sea Strategic Situation Probing Initiative. Demikian dilansir dari CNN Indonesia.com. (nto)