Fri. May 7th, 2021

JPM Duga Ada ‘Permainan’ di Proyek Pompa Air Bulak Cabe, Jakut

Porosberita.com, Jakarta – Ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM), Ivan Parapat  menengarai adanya ‘permainan’  dalam  penentuan pemenang tender proyek pengadaan dan pemadangan sistem Pompa Bulak Cabe, Jakarta Utara dengan anggaran Rp. 45.207.076.527, Untuk itu, JPM mendesak Inspektorat Pemprov. DKI Jakarta dan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan korupsi

“Kami minta agar inspektorat Pemprov DKI Jakarta dan penegak hukum untuk menyikapi dan melakukan penyidikan kasus tersebut secara konkret agar tidak terjadi serta mencegah banjir korupsi di Jakarta ditengah bencana banjir di  Jakarta era Gubernur Anies Baswedan,  sekaligus agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya bila terbukti bersalah,” tandas Ivan kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Ivan menjelaskan, dalam rangka menanggulangi dan mencegah bencana banjir di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pelayanan Pengadaan Barang & Jasa (BPPBJ) TA 2019 telah mengadakan Pelelangan Pengadaan & Pemadangan Sistem Pompa Bulak Cabe, Jakarta Utara dengan pagu anggaran Rp. 45.207.076.527.

Fakta lelang yang ditemukan JPM, lanjut Ivan, pemenang lelang yang ditetapkan oleh BPPBJ adalah PT. Asiana Technologies Lestari (PT. ATL) dengan harga penawaran Rp. 40.843.836.017.

Padahal ada peserta dengan penawaran terendah, yakni PT. Jaya Tehnik Indonesia dengan harga Rp. 37.182.714.616. Artinya, ada selisih sekitar 2,1 milyar yang berpotensi menjadi kerugian negara.

“Ini ada keanehan yang kami temukan di lapangan, yakni pemenang lelang  PT. ATL yang menawar harga lebih tinggi dibandingkan PT Jaya Tehnik Indonesia. Setelah kami hitung, ada selisih harga cukup signifikan berpotensi merugikan negara sebesar Rp2,1 miliar.” terang Ivan.

“Makanya, kami minta agar Inspektorat Pemprov DKI tidak mendiamkan ini. Jika terbukti ada permainan dan itu awal korupsi, harus segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.” Pungkasnya. (wan)