Wed. May 19th, 2021

Yasonna Dinilai Menyakiti Aanak Tanjung Priok

Yasonna Laoly

Porosberita.com, Jakarta – Ketua Umum Komando Barisan Rakyat (KOBAR) yang juga pembina Pemuda Utara, Rijal menyatakan bahwa Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly telah menyakiti anak=anak Tajung Priok, Jakarta Utara. Hal itu terkait pernyataan Yasonna bahwa di Tanjung Priok yang miskin melahirkan anak-anak berperilaku kriminal.

“Pernyataan Pak Yasonna itu jelas menyakiti kami yang lahir dan besar di Jakarta Utara. Itu merendahkan martabat kami. Karena itu, kami tetap menuntut agar Pak Yasonna meminta maaf secara terbuka di media massa dan mencabut pernyataannya itu. Karena itu, besok Rabu (22/1/2020) Pemuda Utara akan aksi di depan Kantor Kemenkumham. Aksi ini adalah Gerakan 221 sesuai tanggal aksi yang menuntut agar Pak Yasonna meminta maaf. Kalau dulu ada aksi 212, maka kami aksi 221,” tandas Rijal usai menggelar rapat persiapan aksi Gerakan 221 di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Menurut Rijal, aksi Gerakan 221 besok akan diikuti ratusan massa dari berbagai latar belakang yang tergabung dalam Pemuda Utara. Aksi akan digelar di depan Kantor Kemenkumham di Kawasan rausan Said, Kuningan, Jakarta Pusat.

Diketahui, dalam sambutannya di acara ‘Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)’ di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020), Yasonna menyinggung soal kejahatan yang lebih banyak di daerah miskin.

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Umum Komando Barisan Rakyat (KOBAR) yang juga pembina Pemuda Utara, Rijal menyatakan bahwa Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly telah menyakiti anak=anak Tajung Priok, Jakarta Utara. Hal itu terkait pernyataan Yasonna bahwa di Tanjung Priok yang miskin melahirkan anak-anak berperilaku kriminal.

“Pernyataan Pak Yasonna itu jelas menyakiti kami yang lahir dan besar di Jakarta Utara. Itu merendahkan martabat kami. Karena itu, kami tetap menuntut agar Pak Yasonna meminta maaf secara terbuka di media massa dan mencabut pernyataannya itu. Karena itu, besok Rabu (22/1/2020) Pemuda Utara akan aksi di depan Kantor Kemenkumham. Aksi ini adalah Gerakan 221 sesuai tanggal aksi yang menuntut agar Pak Yasonna meminta maaf. Kalau dulu ada aksi 212, maka kami aksi 221,” tandas Rijal usai menggelar rapat persiapan aksi Gerakan 221 di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Menurut Rijal, aksi Gerakan 221 besok akan diikuti ratusan massa dari berbagai latar belakang yang tergabung dalam Pemuda Utara. Aksi akan digelar di depan Kantor Kemenkumham di Kawasan rausan Said, Kuningan, Jakarta Pusat.

Diketahui, dalam sambutannya di acara ‘Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)’ di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020), Yasonna menyinggung soal kejahatan yang lebih banyak di daerah miskin.

Selanjutnya, Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

“Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan,” sebut Yasonna seperti dikutip dari detik.com.

Rijal melanjutkan, Yasonna seharusnya memahami dampak yang bisa ditimbulkan atas pernyataannya itu. Selain melukai dan merendahkan martabat anak-anak Tanjung Priok, juga akan menyulitkan pemuda Jakut dalam mencari pekerjaan.

“Jangankan kantor pemerintahan, perusahaan swasta pun pasti akan menolak pemuda yang dianggap berperilaku kriminal. Akibatnya, nanti akan banyak pemuda Jakut yang menganggur, karena stigma pemuda utara kriminal akan melekat selamanya. Kalau sudah begitu, apakah Pak Menkumham mau tanggungjawab?,” tutur Rijal.

Rijal kembali mengingatkan kepada Yasonna agar segera minta maaf dan menarik ucapannya tersebut. Jika tidak, maka gelombang aksi yang lebih besar dan terus menerus akan dilakukan Pemuda Utara. “Kalau Pak Menkumham tidak mau minta maaf, maka kami akan terus menerus melakukan aksi bahkan akan ke Istana Presiden,” pungkasnya. (wan)