Sat. Feb 22nd, 2020

Ketua DPR Sobek Naskah Pidato Trump

Porosberita.com, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat, Nancy Pelosi, empat kali merobek salinan pidato saat Presiden Donald Trump sedang membacakannya di podium. Sayangnya Trump tidak menyaksikan aksi yang terekam kamera tersebut dan tetap melanjutkan membaca pidato.

“Itu adalah perbuatan paling sopan yang bisa dilakukan,” kata Pelosi kepada awak media usai turun dari podium di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington D.C., seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/2/2020).

Dalam rekaman itu terlihat mula-mula Pelosi beranjak dari tempat duduknya dan merobek  kertas salinan pidato Trump. Dia lantas meninggalkan tempatnya ketika Trump masih melanjutkan pidato.

Wakil Presiden Mike Pence yang berada di samping Pelosi terlihat hanya bertepuk tangan menyanjung pidato Trump, dan mencoba mengabaikan perbuatan Pelosi.

Di bawah podium, politikus Partai Demokrat itu kembali merobek-robek kertas salinan pidato Trump sebanyak tiga kali. Trump tetap melanjutkan pidato sepanjang 78 menit.

Pidato kenegaraan yang dilakukan Trump bertepatan dengan menjelang berakhirnya sidang pemakzulan di Senat. Meski di dalam sidang tim pemakzulan yang dipimpin Dewan Perwakilan berusaha sekuat mungkin membeberkan bukti-bukti.

Akan tetapi mayoritas fraksi Republik yang menguasai Senat menghambat seluruh upaya DPR untuk mencoba menghadirkan saksi dan meminta dokumen penting.

Sikap Pelosi menuai kecaman dari Partai Republik.

“Pidato ini tentang para pahlawan dan kelas pekerja Amerika Serikat. Dia (Pelosi) memutuskan untuk merobeknya,” kata politikus Partai Republik asal negara bagian Louisiana, Steve Scalise.

Hubungan Pelosi dan Trump memang memburuk. Keduanya tidak pernah bertegur sapa sejak Pelosi murka dalam rapat di Gedung Putih dan menyatakan Trump adalah boneka Rusia, lalu keluar ruangan. Insiden itu terjadi pada Oktober 2019.

Perseteruan Trump dan Pelosi semakin meruncing sejak DPR memutuskan membentuk panitia khusus untuk memakzulkan Trump. Demikian dilansir dari CNN Indonesia.com. (nto)