Tue. Apr 7th, 2020

TGUPP DKI Bekerja Dibelakang Layar

Porosberita.com, Jakarta – Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta bekerja dibalik layar. Karena itu, tak heran jika TGUPP DKI Jakarta tak banyak muncul di media massa atau di depan publik.

Demikian disampaikan anggota TGUPP DKI Usamah Abdul Azis menanggapi kritik yang dilontarkan Direktur Eksekutif  Center for Budget Analysis (CBA) Uchko Sky Khadafi dalam diskusi publik bertema ‘Evaluasi Kritis 2 Tahun Kepempinnan Anis di Jakarta” dalam rangka Milad GL-Pro 08 yang digelar di Markas Komando (Mako) GL Pro- 08 di Jalan Matraman Dalam 1, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Hadir dalam diskusi itu sebagai nara sumber, yakni DR. TB Massa Djafar (pengamat politik / Ketua Program Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional), Amir Hamzah (Pengamat Perkotaan  dari Budgeting Metropolitan Watch), Ridwan Saidi (Budayawan), Ir. Bambang S. Haryanto, MT (Pelaku Bisnis), Uchok Sky Khadafi (Direktur Eksektutif CBA), dan Usamah Abdul Azis (Ketua Relawan Jakarta Maju Bersama)

“Jadi memang mungkin banyak yang kurang paham dengan cara kerja TGUPP DKI jakarta. Kami ini bekerja dibalik layar dan itu sesuai aturan. Karena, semua harus satu pintu dalam hal menyampaikan informasi publik, yakni melalui Gubernur DKI atau pejabat terkait. Meskipun memang ada momen tertentu kami bisa tampil seperti saat ini dan tentu ini atas izin pimpinan,” jelas Usamah yang juga Ketua Relawan Jakarta Maju Bersama.

Usamah memaklumi jika banyak kritik yang dilontarkan ke TGUPP. Sebab, banyak yang belum mengetahui pola kerjanya. Meski begitu, dia menghargai setia kritik dan menjadikan masukan dan koreksi agar ke depan lebih baik.

“kritik seperti yang Bang Uchok lontaran itu sudah sering dan kami memakluminya. Sama seperti Bang Anies (Gubernur DKI) yang merespon setiap kritik dengan senyum dan lapang dada. Kalau kami atau Gubernur DKI dikritik itu tandanya masih disayang,” kata Usamah sambil tersenyum.

Sebelumnya, Uchok mengkritik kinerja TGUPP yang dinilai tidak efektif. “TGUPP itu seperti Tim Gubernur untuk Percepatan Pemakaman. Udah digaji kerjanya gak ada,” kata Uchok.

Seharusnya ketika Anies diserang, atau mendapatkan serangan, seperti yang pernah dilakukan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) soal anggaran lem aibon, tim tersebut bisa segera bertindak.

Sebab, Uchok melihat, apa yang dilakukan oleh PSI terkait anggaran lem itu bukan kritik, tapi lebih kepada serangan untuk Anies sebagai Gubernur DKI.

Uchok sendiri memandang wajar jika Anies kerap medapatkan serangan, sebab Anies adalah Gubernur rasa Presiden.

“Anies ini selalu dikatakan Gubernur rasa Presiden. Makannya banjir di mana-mana salah Anies.”

Menurut Uchok, Anies seorang pemimpin yang punya sopan santun. Tapi itu saja tidak cukup. Uchok berharap Anies bisa tegas kepada para bawahannya agar tidak ada yang berani macam-macam.

“Jangan kayak Ahok, asal ngomong, nggak jelas, mulut sambel.” Sindir Uchok. (wan)