Thu. Jun 24th, 2021

KNPI Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM

Porosberita.com, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia ( DPP KNPI) mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk jenis Premium, Pertalite dan Pertamax.

Ketua Bidang Energi DPP KNPI Muhammad Chairul Basyar menyatakan desakan itu mengacu pada harga minyak mentah dunia yang turun drastis. Sehingga, pemerintah seharusnya melakukan penyesuaian dan meringankan beban rakyat ditengah pandemi.

“Pemerintah melalui Pertamina seharusnya segera menurunkan harga BBM, kuususnya jenis Premium, Pertalite dan Pertamax. Karena, harga minyak dunia turun drastis,” tandas Chairul, Sabtu (18/4/2020).

Chairul mengatakan, penurunan harga BBM bukan saja meringankan beban pengguna, hal itu bisa memberi pengaruh besar bagi masyarakat. “Turunnya harga kebutuhan rumah tangga dan bahan pokok, akan sangat membantu rakyat di tengah bencana Covid-19,” kata mantan aktivis HMI ini.

“Kita paham, pemerintah dilema dengan pilihan menurunkan harga BBM atau tidak. Jika harga BBM diturunkan, harganya pasti akan sulit untuk menaikkannya dikemudian hari saat harga minyak dunia stabil lagi,” imbuhnya.

Chairul menilai bahwa publik paham harga minyak dunia pasti akan stagnan melihat kondisi saat ini. Saat OPEC dan produsen minyak lain yakni Rusia, Meksiko dan lain-lain sepakat memangkas produksi 10 persen untuk menjaga harga.

Meski begitu, lanjutnya, pasar sering melihat mereka kadang tidak disiplin. Terus permintaan global juga anjlok. Tidak akan naik signifikan. Harapan mereka hanya menunggu musim dingin nanti.

“Jika vaksin corona belum ditemukan, musim dingin nanti bisa-bisa kasus melonjak lagi. Jadi, harga minyak bisa-bisa tidak akan pulih,” paparnya.

“Jadi, kalau negara mau adil ke rakyatnya, ya harga BBM harus turun. Hal ini sangat menolong rumah sakit, para petani, nelayan, buruh dan lain-lain,” tambahnya.

Chairul pun menilai pemerintah melalui Komisaris Utama Pertamina Ahok sudah memberikan kebijakan setengah hati dengan memberikan diskon 50 persen hanya untuk supir ojek online. “Lalu harga BBM murah untuk rakyat kecil lain bagaimana? Untuk petani, buruh, pekerja informal, perawat rumah sakit, dan rakyat wong cilik lainnya?” tandasnya.

Karena itu, pemerintah harus totalitas membantu rakyat di tengah wabah corona tanpa motif politik. Caranya, pemerintah segera menurunkan harga BBM. “Jangan takut menurunkan harga BBM karena takut susah naik lagi di kemudian harinya dan akan berimbas pada kondisi politik penguasa,” pungkasnya. (wan)