Fri. May 7th, 2021

Mahasiswa Ini Nantang Stafsus Millenial Andi Taufan Untuk Debat

Andi Taufan

Porosberita.com, Jakarta – Sepak terjang Staf Khusus (Stafsus) Presiden belakangan menjadi sorotan publik. Setelah ekonom muda Indef, Bhima Yudhistira, kini giliran Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Muhammad Daffa Ridwan menantang debat terbuka Stafsus Presiden.

Daffa yang berstatus mahasiswa semester II ini  menantang Stafsus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial, Andi Taufan Garuda Putra untuk debat terbuka.

Daffa menantang Andi Taufan yang telah menyurati camat di seluruh Indonesia atas kerja sama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Lawan Covid-19. Di mana, Amartha merupakan perusahaan Andi Taufan.

“Saya pingin tau apa sih alasan Bang Andi Taufan ini mengirim surat gunakan kop surat Sekkab kepada para camat. Mungkin niatnya baik untuk bantu tanggulangi Covid-19, tapi niat baik itu kan harus dengan cara yang baik dan benar. Artinya, harus sesuai aturan, karena negara kita kan negara hukum,” kata Dffa saat dihubungi, Senin (20/4/2020) malam.

Di sisi lain, Daffa juga mengaku ingin tahu lebih jauh soal bisnis Stafsus millennial. “Bang Andi Taufan itukan millennial sekolah jebolan luar negeri. Nah, saya dan mungkin publik pingin tahu aja bagaimana dia masih berbisnis saat sudah menjadi pejabat pemerintah. Makanya saya minta dialodnya diliput media massa.,” ujarya.

Sebelumnya, Daffa sudah memposting undangan debatnya yang ditujukan kepada Andi Taufan melalui akun twitternya dan instagramnya.   

Hal : UNDANGAN DIALOG TERBUKA DAFFA VS ANDI TAUFAN

Kepada Yth : Abang Andi Taufan Garuda Putra

Staf Khusus Presiden

Di : Tempat

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Dengan hormat,

Pertama-tama saya sampaikan semoga dalam menjalankan aktivtas sehari-hari Abang selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.

Salam kenal, saya Muhammad Daffa Ridwan (19 tahun) Mahasiswa Semester II, Fakultas Hukum Universitas Muhhammadiyah Jakarta (UMJ).

Menyikapi pro-kontra surat Abang yang ditujukan kepada para camat menggunakan kop surat Sekretariat Kabinet untuk membantu program Kemendes PDTT berjudul Desa Lawan Covid-19, dimana relawan dalam program tersebut yang Abang maksud tak lain adalah relawan PT Amartha Micro Fintech (Amartha) Perusahaan milik Abang sendiri.

Maka, saya bermaksud mengundang Abang untuk dialog terbuka dengan saya. Adapun tema yang saya sodorkan adalah “Bolehkah Pejabat Pemerintahan Berbisnis?”.

Jika berminat, maka saya mensyaratkan dialog dilakukan secara terbuka dan diliput media massa. Tempat boleh dimana saja.

Tidak ada kepentingan apapun kecuali memberikan pemahaman kepada publik soal bagaimana mengelola negara dari perspektif hukum khususnya tentang bisnis pejabat pemerintahan yang kerap mendapat sorotan publik.

Wassalam, Jakarta 20 April 2020

Hormat Saya,

Muhammad Daffa Ridwan.    (wan)