Sun. May 9th, 2021

Indef Nilai Masyarakat Dan Pelaku Bisnis Butuh Stimulus Fiskal

Porosberita.com, Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai stimulus fiskal diperlukan bagi masyarakat dan pelaku bisnis yang terkena pembatasan aktivitas ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Untuk mereka yang terdampak COVID-19, kebijakan stimulus fiskal diperlukan terutama bagi individu dan rumah tangga karena mereka mengalami pembatasan aktivitas ekonomi, bisnis tidak bisa berjalan, pendapatan berkurang dan juga ada yang kena pemutusan hubungan kerja,” kata pengamat ekonomi Indef Eisha Maghfiruha dalam diskusi online di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Eisha menjelaskan, di Indonesia banyak sekali pekerja yang mencari nafkah pada sektor informal. Begitupun di sektor-sektor usaha kecil juga banyak menyerap pekerja. Karena itu,  pemberian bantuan kepada individu, rumah tangga dan semua sektor bisnis diperlukan.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan bahwa pemerintah segera merilis kebijakan relaksasi dan stimulus bagi UMKM.

“Relaksasi dan stimulus UMKM nantinya akan menggunakan dana Rp150 triliun yang merupakan anggaran untuk kegiatan pemulihan ekonomi nasional,” terang Febrio.

formulasi dari stimulus untuk UMKM tersebut akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo agar dapat dilihat terkait preferensinya.

Dijelaskan Febrio, dana Rp150 triliun itu merupakan bagian dari tambahan belanja dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun yang digunakan untuk penanganan dampak COVID-19.

Adapun dana Rp405,1 triliun itu terdiri atas Rp75 triliun bidang kesehatan, Rp110 triliun perlindungan sosial, Rp75,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat, serta Rp150 triliun untuk program pemulihan ekonomi. (nto)