Thu. Jun 24th, 2021

Asbanda Catat 138 Ribu Nasabah Dengan Nilai Kredit Rp35,49 Triliun Harus Direstrukturisasi

Porosberita.com, Jakarta – Akibat Pandemi Covid20, sebanyak 139 ribu nasabah dari seluruh bank pembangunan daerah (bank daerah) dengan nilai kredit Rp35,49 triliun harus direstrukturisasi.  Dari jumlah itu, sebanyak 58,16 persen berada di kelompok bank umum kelompok usaha (BUKU) II dan sebanyak 36,5 persen di bank daerah BUKU III, dan sisanya 5,34 persen di kelompok BUKU I.

Demikian catatan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang diungkap Ketua Asbanda Supriyatno dalam video conference, Selasa (28/4/2020). “Mayoritas di BUKU II. Artinya, harus dapat penanganan yang lebih serius karena permodalan terbatas. Ini semoga tidak bertambah,” jelas Supriyatno.

Menurutnya, saat ini seluruh bank daerah sedang fokus dalam menjaga likuiditas perusahaan. Masalahnya, arus kas perusahaan mulai goyah dengan peningkatan permintaan restrukturisasi dari debitur.

“Kalau kasus virus corona semakin lama, maka kami harus siapkan kerugian yang meningkat pula. Kami juga harus siapkan cadangan yang lebih banyak,” bebernya.

Adapun total aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit yang disalurkan bank daerah per Januari 2020 berkontribusi sekitar 8 persen sampai 9 persen terhadap industri perbankan nasional.

Sementara, total modal bank daerah berkisar 6 persen dari total modal perbankan nasional. “Rasio keuangan relatif terjaga, meski rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) meningkat tapi masih di bawah 3 persen,” jelasnya. (nto)