Mon. Jun 21st, 2021

China Usir Kapal Perang AS

Porosberita.com, Jakarta – Militer China menyatakan telah mengusir kapal perang Amerika Serikat di sekitar Kepulauan Paracel, Laut China Selatan karena dianggap provokatif.

The People’s Liberation Army’s (PLA) menyebut kapal perusak berpeluru kendali USS Barry itu menerobos perairan China di dekat Kepulauan Paracel yang dikuasai Beijing, Selasa (28/4/2020).

Tindakan tersebut dianggap provokatif dan melanggar kedaulatan China.

“Tindakan-tindakan provokatif oleh pihak AS ini melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan China, sengaja meningkatkan risiko keamanan regional dan dapat memicu insiden tidak terduga,” kata juru bicara PLA Li Huamin dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun media sosial WeChat seperti dikutip dari South China Morning Post.

PLA menilai tindakan itu tidak sesuai dengan kondisi saat ini di mana dunia tengah memerangi pandemi virus corona dan menginginkan perdamaian serta stabilitas kawasan.

Peringatan itu datang setelah media Taiwan melaporkan kapal AS berlayar melalui Selat Taiwan dua kali dalam bulan ini.

USS Barry yang bermarkas di Yokosuka, Jepang pada 22 April dilaporkan transit di Selat Taiwan sebelum menuju ke Laut Cina Selatan. Sehari kemudian, kapal induk China, Liaoning, dikerahkan berlayar di kawasan itu.

Kepulauan Paracel terletak di antara garis pantai Vietnam dan China. Kepulauan itu terdiri dari 30 pulau yang menyebar dan dikendalikan oleh Beijing tetapi juga diklaim oleh Taipei dan Hanoi.

Tiongkok mengaku sebagai pemilik hampir seluruh kawasan Laut China Selatan, perairan di mana Vietnam, Brunei, Malaysia, Filipina, dan Indonesia juga memiliki klaim.

Ketegangan di wilayah itu memburuk sejak bulan lalu setelah China dan AS melakukan perang kata-kata terkait pandemi virus corona.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengkritik Beijing karena gagal berbagi informasi tentang pandemi, sementara Beijing menuduh Washington menolak upaya China untuk mengendalikan penularan Covid-19.

Bukannya bekerjasama mengatasi wabah, kedua belah pihak malah meningkatkan kehadiran militer di Selat Taiwan, serta laut China Selatan dan Timur. (CNN Indonesia)