Fri. May 7th, 2021

Ini Alasan KPK Jejerkan Tersangka Saat Pengumuman Perkara

Porosberita.com, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan alasan memajang para tersangka kasus korupsi saat pengumuman perkara. Yakni, untuk memberi efek jera kepada koruptor.

“Itu hanyalah untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, sekaligus pelajaran tersangkanya, bisa membuat efek jera. Karena saat kami umumkan, missal si A seagai tersangka. Nah, mulai saat itulah dia menerima sanksi,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI melalui telekonferensi, Rabu (29/4/2020).

Hal itu diungkapkan Firli saat merespon anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani yang mengkritik gaya KPK menjejerkan para tersangka saat ekspose perkara. Menurutnya, hal itu tidak sesuai asas praduga tak bersalah dalam hukum.

Firli menjelaskan, sanksi bagi pelaku tindak pidana korupsi yang terpenting adalah sanksi sosial. Baik kepada si tersangka maupun kepada keluarga tersangka tersebut. 

“Keluar rumah dia sudah disebut tersangka KPK. Makan siang di restaurant atau warteg disebut tersangka KPK. Anaknya kuliah juga disebut anaknya koruptor yang sudah diumumkan KPK. Istrinya ke pasar hanya beli kangkung, beli singkong, beli pisang disebut juga istrinya tersangka KPK,” beber Firli.

Efek jera yang dimaksud adalah untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Atas alasan itu juga pihaknya kerap menjejerkan para tersangka korupsi beberapa saat pengumuman perkara.

“Dan mohon maaf pak, kami juga tidak ingin tersangka dadah dadah (melambaikan tangan), ndak ada pak. Dulu kan ada pak, disuruh dadah dadah gitu kan, nah kita ndak,” tandasnya. (wan)