Wed. Jun 23rd, 2021

Selama 15 Tahun BPK Selamatkan Uang Negara Rp106,13 Triliun

Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna

Porosberita.com, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkap selama 15 tahun periode 2005-2019, jumlah aset yang telah disetor ke kas negara sebanyak Rp106,13 triliun.

Dana tersebut, merupakan hasil rekomendasi BPK kepada entitas dari pemerintah, BUMN, BUMD dan badan lainnya. Sebanyak 416.680 rekomendasi atau 74,3 persen ditindaklanjuti para entitas dengan menyetorkan uang atau aset senilai ratusan triliun.

“BPK telah memberikan 560.521 rekomendasi yang dapat mendorong pemerintah, BUMN, BUMD dan badan lainnya bekerja lebih tertib, hemat, efisien, dan efektif,” kata Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna dalam Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Dalam sidang tersebut, Ketua BPK RI ketika melaporkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2019 kepada Pimpinan dan Anggota DPR RI baik yang hadir fisik maupun melalui virtual.

Untuk IHPS II 2019, BPK juga memuat hasil pemantauan penyelesaian ganti kerugian negara atau daerah periode 2005 sampai dengan 2019 dengan status telah ditetapkan.

Hasilnya, kerugian negara atau daerah yang telah ditetapkan senilai Rp3,20 triliun.

Menurut Agung, tingkat penyelesaian selama kurun waktu 15 tahun itu terdapat angsuran sebesar Rp284,90 miliar atau 9 persen, pelunasan sebesar Rp1,14 triliun (36 persen), dan penghapusan sebesar Rp82,83 miliar (2 persen). Dengan demikian, sisa kerugian sebesar Rp1,69 triliun atau 53 persen.

IHPS Semester II 2019 merupakan ikhtisar dari 488 laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang terdiri atas 71 LHP pemerintah pusat, 397 LHP pemerintah daerah, BUMD, dan badan layanan umum daerah, serta 20 LHP BUMN dan badan lainnya.

Berdasarkan jenis pemeriksaannya, 488 LHP tersebut terdiri atas satu LHP keuangan, 267 LHP kinerja (54 persen), dan 220 LHP dengan tujuan tertentu (45 persen).  (nto)