Thu. Jun 24th, 2021

Terpapar Paling Parah Corona, New York Akan Dibuka Kembali

Porosberita.com, Jakarta — Gubernur New York Andrew Cuomo mengaku sedang mempersiapkan pembukaan kembali wilayahnya yang ditutup karena wabah virus corona.

Dia memperkirakan pembukaan paling cepat pada pertengahan Mei.

“Kami memiliki sekitar satu pekan lagi sebelum kami dapat membuka beberapa daerah di negara bagian itu,” kata Cuomo dalam program “Cuomo Prime Time,” di CNN, Rabu (6/5/2020).

“Kami memang melihat kondisi yang variasi di setiap wilayah. Jadi kami meresponsnya, karena ada fakta berbeda di bagian upstate dan downstate, kami tidak akan memaksa melakukannya.”

Cuomo mengatakan pembukaan kembali akan didasarkan pada fakta dan data. Namun dia meyakini akan memperbanyak pengujian virus corona. “Kami memang perlu lebih banyak pengujian dan itu adalah masalah utama,” katanya.

Selain pengetesan skala besar, juga harus dilakukan pelacakan kontak secara intens.

New York saat ini menjadi negara bagian di Amerika Serikat paling terpapar parah corona. Berdasarkan data statistik Worldometer, New York memiliki 330.139 kasus virus corona dan 25.204 kematian.

Jumlah kasus di New York itu bahkan lebih tinggi dari Spanyol dan Italia. Spanyol mencatatkan 250.561 kasus corona dan 25.613 kematian. Sementara Italia memiliki 213.013 kasus, dan 29.315 kematian.

Secara keseluruhan, di AS saat ini terdapat 1.237.633 kasus corona. Dari jumlah itu, 200.628 pasien sembuh, dan 72.271 meninggal.

Andrew Cuomo resmi menutup seluruh wilayah New York pada 22 Maret lalu. Warga diminta tetap di rumah.
 Ia memerintahkan bisnis yang tidak penting untuk ditutup dan melarang segala macam pertemuan.

Meski masih menemukan lonjakan kasus baru corona dan angka kematian, Presiden Donald Trump telah mengumumkan akan secara bertahap membuka kembali perekonomian dan melonggarkan kebijakan pembatasan pergerakan.

dan membuka kembali aktivitas bisnis secara bertahap. (CNN Indpnesia)