Thu. Jun 24th, 2021

AP II Sebut Syarat Calon Penumpang di Bandara Soetta Selama Masa Pandemi Covid-19

Porosberita.com, Jakarta – Masyarakat yang akan menggunakan pesawat wajib dilengakapi sejumlah  syarat. Yakni, memiliki surat keterangan bebas covid-19, dan surat pengantar dari kantor atau aparat setempat.

Protokol itu sesuai kebijakan pemerintah yang melonggarkan penggunaan sarana transportasi melalui Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020, dan SE Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 31 Tahun 2020.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP I) Muhammad Awaluddin  menjelaskan alur protokol kesehatan buat penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta wajib disiapkan sebelum mencapai bandara.

Surat kesehatan harus disiapkan bersamaan atau sebelum pembelian tiket. Surat itu merupakan prasyarat wajib bagi penumpang sebelum melakukan pembelian tiket pesawat.

Bandara Soetta tak dapat memberikan surat keterangan sehat atau menyediakan rapid test kepada para calon penumpang. Persiapan harus dilakukan penumpang sendiri bersama rumah sakit.

“Kami ingin menegaskan kepada calon penumpang pembelian tiket harus menyertakan surat keterangan sehat bebas covid-19. Itu adalah syarat untuk beli tiket,” kata Awaluddin di Bandara Soetta, Minggu (10/5/2020).

Sementara untuk pekerja, seperti ASN, TNI, dan Polri bisa menyertakan surat pengantar dinas dari institusi masing-masing sebagai kelengkapan dokumen perjalanan. Sedangkan untuk pekerja swasta bisa menyerahkan pengantar dari RT atau RW setempat.

Semua berkas itu nantinya akan diverifikasi petugas dari tim gugus di posko covid-19, yang terdiri dari petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara.

Setelah surat keterangan sehat dan surat pengantar terverifikasi, calon penumpang akan diminta mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC). Setelah selesai calon penumpang akan diberikan surat izin untuk bisa memasuki pesawat tujuan masing-masing.

“Kalau surat keterangan itu sudah ada, berarti semua dokumen sudah diverifikasi. Sudah layak untuk terbang dan kemudian mereka masuk ruang tunggu untuk siap-siap keberangkatan. Untuk protokol kesehatan selanjutnya berlaku di dalam tanggungjawab maskapai. Seperti physical distancing berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di dalam,” jelasnya.

Awaluddin pun menyatakan tidak ada aktivitas mudik di Bandara Soetta. Penerapan standar protokol kesehatan tersebut merupakan pengetatan kepada calon penumpang selama larangan mudik. (nto)