Wed. Jun 23rd, 2021

Emil Khawatir Pelonggaran Moda Transportasi Berdampak Meluasnya Penyebaran Covid-19

Ridwan Kamil

Porosberita.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku khawatir kebijakan pemerintah pusat soal pelonggaran moda transportasi akan berdampak pada makin meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19).

Diketahui di tengah upaya melawan pandemi virus Corona, Menteri Perhubungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan pelonggaran akses moda transportasi mulai 9 Mei 2020. Kebijakan ini merupakan turunan dari Permenhub 25/2020.

“Intinya adalah penjabaran bukan relaksasi. Dimungkinkan semua moda angkutan udara, kereta api, laut dan bus kembali beroperasi dengan catatan harus pakai protokol kesehatan,” kata Budi.

Gubernur Jabar Ridwan Kamli yang akrab disapa Emil itu kini khawatir dengan kebijakan Menhub tersebut. Kekhawatirannya itu berdasarkan hasil pada rapid test di terminal dan stasiun yang menemukan sebanyak satu persen di antaranya positif Corona.

“Kami khawatir untuk relaksasi di transportasi publik, karena takut ditunggangi oleh pemudik-pemudik dan oleh para OTG (Orang Tanpa Gejala), Jadi, masih ada potensi penyebaran virus meski hanya satu persen,” kata Emil dalam jumpa pers, Bandung, Selasa (12/5/2020).

Menurutnya, saat aktivitas terminal dan layanan transportasi publik hidup kembali di masa pandemi corona ini, maka akan berisiko terjadi potensi peningkatan penularan virus. Sehingga dikhawatirkan penyebaran yang tadinya berada di terminal justru terbawa ke daerah tujuan penumpang.

Diakui Emil, sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi Jabar mulai Rabu (5/5/2020( menunjukkan hasil yang positif. “Saya laporkan per tanggal 12 Mei ini, jumlah pasien di rumah sakit rata-rata di angka 350-an (pasien), ini turun dibandingkan akhir April yang (rata-rata) sekitar 430 (pasien),” jelas Emil.

“Kemudian tingkat kematian turun dari tujuh pasien per hari menjadi empat pasien per hari yang meninggal dunia. Tingkat kesembuhan juga naik hampir dua kali lipat,” imbuhhnya.

Seiring dengan itu, tingkat kecepatan penularan viru Corna pun dilaporkan turun, dari indeks 3 sebelum PSBB menjadi 0,86 setelah PSBB. Sebab, semuanya didukung dengan pelarangan mudik dan penyelenggaraan PSBB yang diperketat. (rud)