Fri. May 7th, 2021

Bulog Klaim Tidak Ada Lagi Defisit Pangan

Porosberita.com, Jakarta – Perum Bulog mengklaim telah memnenuhi kebutuhan pangan sejumlah daerah. Dengan begitu, tidak ada lagi permasalahan defisit pangan.

“Alhamdulillah dalam waktu dekat Bulog sudah melakukan penyebaran, sehingga dalam waktu dekat hanya dua hari setelah dipublikasikan ada tujuan daerah yang defisit sudah kami laksanakan, Alhamdulillah saat ini sudah tersedia semua,” kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh dalam konfrensi pers daring, Minggu (17/5/2020).

Karena itu, kata Tri, masyarakat tak perlu khawatir soal pasokan bahan pokok selama masa pandemi. Sebab, masalah ketersediaan bahan pokok aman.

Untuk ketersediaan komoditas beras, Perum Bulog melakukan penyerapan gabah dari tangan petani. Setiap harinya Bulog menyerap kurang lebih 12 ribu ton per hari. Diharapkan, pada puncak panen yang berlangsung pada Mei dan Juni nanti, Bulog bisa menyerap hingga 90 ribu ton per hari. Adapun sebaran stok beras di seluruh gudang Bulog di Indonesia adalah 1,4 juta ton.

Perum Bulog mencatat ketersediaan beras di seluruh gudang Perum Bulog mencapai 1,42 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari 1,32 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 101.364 beras komersial.

Bulog menyatakan telah menyalurkan beras bantuan sosial (bansos) kepada 877.376 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jabodetabek yang terdampak Covid-19 per 16 Mei 2020.

Jumlah tersebut setara 60,48 persen dari total target 1,45 juta penerima bantuan.

“Di Jabodetabek kami ditugaskan 1,4 juta ton,saat ini posisinya kami sudah sebarkan 60 persen dari 1,45 juta ton. Kami lakukan non stop di beberapa daerah termasuk Kepulauan Seribu,” jelasnya.

Tri juga memastikan pasokan gula sudah aman, dengan cara mendatangkan importasi gula. Pihaknya menjamin gula impor itu akan tersebar di seluruh Indonesia melalui operasi pasar sehingga harga bisa ditekan.

“Saat ini harga di kisaran Rp17 ribu-Rp18 ribu, kami yakin dengan operasi pasar Bulog gula akan mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram,” katanya.

Melalui operasi pasar, lanjutnya, Bulog juga bisa memastikan keterjangkauan di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, Bulog melakukan stabilisasi harga di tingkat produsen dengan menyerap gabah di tingkat petani serta stabilisasi harga di tingkat konsumen dengan operasi pasar.

“Kami imbau masyarakat tidak panik, sehingga bijaklah dalam membeli komoditi pangan yang ada,” pungkasnya. (nto)