Thu. Jun 24th, 2021

Pemprov DKI Jakarta Akan Perpanjang PSBB Hingga 4 Juni 2020

Porosberita.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan akan memperpanjang pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk kedua kalinya. Perpanjang PSBB ini akan berlaku 22 Mei sampai 4 Juni 2020.

Ia berharap dalam dua pekan ke depan, PSBB bisa diterapkan dengan maksimal. Harapannya 70 sampai 80 persen warga di Jakarta menetap di rumah selama perpanjangan PSBB.

Anies menilai gelombang pandemi Covid-19 (Virus Corona) mulai terjadi saat ini.  Indikasinya,  grafik Covid-19 di Ibukota yang sempat melandai di awal, kini mulai naik Kembali.

“Mulai Maret jumlah warga berada di rumah meningkat 60 persen. Dua minggu kemudian pelan-pelan angka laporan kasus Jakarta mulai menurun. (Taoi) di bulan Mei jumlah kasus per hari meningkat kembali. Seakan kita menuju gelombang kedua. Ini terjadi terutama sesudah masuk bulan suci Ramadan,” ujarnya melalui konferensi pers daring Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Anies menjelaskan, kasus corona sempat landai karena peningkatan jumlah warga yang menetap di rumah sejak kegiatan sekolah dan bekerja dilakukan jarak jauh. Tapi, jika ada peningkatan jumlah orang di luar rumah, maka dua pekan kemudian kasus corona di Jakarta bakal meningkat.

Diketahui, penutupan sekolah, kantor dan tempat hiburan pertama kali dilakukan pada 16 Maret 2020.

Pada dua pekan setelah penutupan atau 30 Maret tercatat 26 kasus baru. Angka ini menurun dari hari sebelumnya 29 Maret, yakni 98 kasus.

Namun, angka kasus baru kembali naik pada 1 April 2020 sebanyak 75 kasus. Kemudian naik lagi pada 2 April sebanyak 93 kasus.

Angka penambahan kasus berangsur stagnan sampai 5 April, kemudian naik lagi pada 6 April sebanyak 148 kasus. Hingga 18 April angka kasus baru naik turun di kisaran 90 sampai 180 kasus. Lalu, angka melonjak pada 16 April sebanyak 223 kasus. Ini merupakan penambahan kasus terbanyak di Jakarta semenjak 3 Maret sampai 19 Mei.

Hingga 8 Mei 2020, angka penambahan kasus masih terus naik turun di kisaran angka sampai 55 kasus sampai 169 kasus.

Anies mengungkap,  peningkatan jumlah kasus kemudian kembali ditemukan pada bulan Mei atau saat memasuki bulan Ramadan.

Hari pertama bulan Ramadhan jatuh pada 24 April. Artinya dua pekan setelahnya jatuh pada 8 Mei 2020, dimana kasus baru corona tercatat sebanyak 125 kasus.

Grafik masih naik-turun hingga 19 Mei dengan kisaran 55 kasus sampai 182 kasus. Kasus paling tinggi dalam kurun waktu ini didapati pada 10 Mei sebanyak 182 kasus.

Hari ini, kasus corona di Jakarta hari ini mencapai 6.053 kasus. Sebanyak 1.417 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 487 kasus dinyatakan meninggal dunia. Kemudian 1.936 kasus dirawat, dan 2.213 kasus diisolasi mandiri. (wan)