Fri. May 7th, 2021

Pemerintah Indonesia Membatalkan Pemberangkatan Haji 1661 H atau Tahun 2020

Porosberita.com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan membatalkan pelaksanaan ibadah haji 1441 Hijriah atau tahun 2020. Adapun alas an pembatalan tersebut karena Pandemi virus corona (Covid-19).

Peniadaan keberangkatan diputuskan melalui Keputusan Menteri Agama nomor 494 tahun 2020. “Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 2020 atau 1441 hijriah,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi saat konferensi pers, Selasa (2/6/2020).

Fachrul menyatakan keputusan tersebut diberikan bagi seluruh jamaah haji reguler dan jamaah haji khusus yang sudah melunasi biaya perjalanan haji.

“Seiring keluarnya kebijakan pemberangkatan tersebut. Jamaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya perjalanan haji tahun ini akan jadi jemaah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 mendatang,” jelas Fachrul.

Menurutnya, pembatalan ibadah haji tahun ini berlaku untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Baik yang menggunakan kuota haji dari pemerintah, maupun yang menggunakan visa haji furoda atau yang menggunakan undangan haji khusus dari pihak Arab Saudi.

Lebih lanjut, Fachrul menerangkan setoran pelunasan Bipih yang sudah dibayarkan oleh calon jamaah haji tahun ini akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Menafaat itu akan diberikan oleh BPKH kepada jamaah haji. Paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama haji tahun 1442 hijriyah atau tahun 2021 mendatang

“Ini saya garis bawahi pemanafaatnya diberikan kepada perorangan, karena nilai pelunasan Bipih tidak sama, karena terendah 6 jutaan, yaitu untuk jamaah di Aceh dengan uang mukanya 25 juta. Sedangkan yang paling tinggi 16 juta dari pemberangkatan Makassar,” jelasnya.

Diketahui, tahun ini Indonesia mendapat kuota haji sebesar 221 ribu jemaah. Jumlah itu terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

Sebelumnya terdapat tiga opsi pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Antara lain keberangkatan sesuai kuota yang ada, pembatasan kuota yang berangkat, hingga pembatalan pemberangkatan jemaah haji.  (wan)