Sun. May 9th, 2021

Sebelum Dijebloskan ke Rutan, KPK Pamer Tersangka Nurhadi dan Menantunya

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (kiri) saat menyampaikan keterangan pers. Sementara kedua tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar yang selama ini menjadi buronan mengenakan rpmpi oranye Nurhadi (kiri) dan Riesky Herbiyono (kanan) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Porosberita.com, Jakarta – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman dan menantunya, Rezky Herbiyono yang sudah dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dijebloskan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK Kavling C1.

Sebelum dijebloskan ke Rutan KPK, kedua tersangka tersebut sempat dipamerkan dihadapan wartawan dalam jumpa pers pengumuman penangkapan tersangka suap itu, Selasa (2/6/2020).

Kedua tangan Nurhadi maupun Rezky terlihat sudah diborgol. Wajah mereka ditutupi masker dan telah mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Mereka menghadap ke dinding atau membelekangi para awak media.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menhelaskan bahwa pihaknya sengaja menampilkan Nurhadi dan Rezky kepada public. Tujuannya agar public mengetahui bahwa mereka sudah berada di tangan KPKl.

“Itu poin penting yang bersangkutan dihadirkan,” ujar Ghufron.

Tak lama berselang, keduanya kembali dibawa ke ruang lainnnya untuk menjelani pemeriksaan. “Proses pemeriksaan masih berlangsung maka kami kembalikan,” ujarnya.

KPK memutuskan langsung menahan Nurhadi dan Rezky untuk 20 hari pertama,

Sebelumnya, Buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang juga eks Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono akhirnya dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ikhwal penangkapan Nurhadi menantunya Rezky Herbiyono diungkap Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi wartawan.

“Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD (Nurhadi) dan menantunya RH,” ujar Nawawi, Senin (1/6/2020).

Menurutnya, Nurhadi dan menantunya diamankan di sebuah rumah di daerah Jakarta Selatan. “Sudah diamankan KPK, Selengkapnya akan diumumkan besok,” tegas Nawawi.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada pertengahan Desember 2019. Nurhadi diduga menerima 9 lembar cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto serta gratifikasi dengan total Rp46 miliar.

Untuk itu, Nurhadi dan Rezky dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) lsubsidair Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Namun, hingga saat ini KPK belum bisa menciduk tersangka. Hiendra Soenjoto, yang diduga memberikan sejumlah uang kepada Nurhadi. (wan)