Sun. May 9th, 2021

OJK Ungkap Perbankan Lakukan Restrukturisasi Kredit Hingga Rp517,2 Triliun

Porosberita.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan industri perbankan telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp517,2 triliun kepada 5,3 juta nasabah yang terdampak penyebaran virus corona.

Aturan terkait restrukturisasi ini tertuang dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical.

Masing-masing bank dan perusahaan pembiayaan memiliki hak untuk mengatur restrukturisasi seperti apa yang akan diberikan kepada nasabahnya. Hal itu akan disesuaikan dengan kemampuan nasabah dan seberapa besar dampak penyebaran covid-19 terhadap keuangan nasabah tersebut.

“Jumlah restrukturisasi pada 26 Mei 2020 sebesar Rp517,2 triliun di perbankan dengan jumlah debitur 5,3 juta,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam video conference, Rabu (3/6).

Wimboh menyatakan restrukturisasi kredit dilakukan paling banyak kepada nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yakni mencapai 4,5 juta nasabah. Nilai kredit yang direstrukturisasi tersebut sebesar Rp250,6 triliun.

“Sedangkan kredit non UMKM (yang direstrukturisasi) sebesar Rp266,5 triliun untuk 780 ribu nasabah. Ini diperbankan,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan pembiayaan juga telah melakukan restrukturisasi terhadap nasabah yang terkena dampak pandemi virus corona. Berdasarkan catatan per 31 Mei 2020, total kredit yang direstrukturisasi sebesar Rp75,08 triliun untuk 2,4 juta nasabah. Sementara masih ada 583 kontrak dalam proses persetujuan. (nto)