Sun. Jul 5th, 2020

PBNU Nilai Pemerintah Gugup Hadapi Pandemi Covid-19

Said Aqil

Porosberita.com, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai pemerintah terlihat gugup dan gagap menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).

Penilaian tu disampaikan Said saat menerima Satgas Lawan Covid-19 DPR RI di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Awalnya, Said memberikan apresiasi kepada pemerintah dalam menangani pandemi corona. Namun, Said kemudian memberikan sejumlah catatan lain terhadap pemerintah. Dia menilai pemerintah gugup dalam penanganan wabah dan sering kali kebijakan antarlembaga negara dalam menangani pandemi corona tumpang tindih.

“Catatan pertama, kelihatan pemerintah ini gugup, gagap, sepertinya menghadapi Covid-19 berangkat dari nol, dari ketidakmampuan,” kata Said.

Menurutnya, dalam menghadapi pandemi dan dampaknya harus dilakukan secara bersama-sama. Namun,  hingga saat ini pemerintah tidak melakukan itu.

Terbukti, pemerintah tidak melibatkan PBNU atau ormas-ormas lain dalam penanganan corona. Padahal, PBNU punya jaringan yang luas hingga ke tingkat dusun.

“Kelihatan sekali pemerintah sendirian, tidak mau mengajak kita ini. Apa karena kita tidak dipercaya? Apa masih diragukan?” kata Said.

Selain itu, Said juga menyinggung soal minimnya bantuan kepada pesantren hingga aturan pembukaan masjid.

Said mengaku heran, pemerintah memberi kelonggaran kepada mal dan pasar, namun pembukaan masjid diperketat.  “Kalau kita sih paham, saya paham. Tapi masyarakat umum, tersinggung berat. Apalagi ketika DPR bersama BPIP mengadakan konser itu. Menyinggung perasaan betul itu,” kata Said.

“Bukan berarti kita menafikan apa yang sudah dilakukan pemerintah, tapi ternyata akibat main sendiri, kurang koordinasi dengan baik, kesannya itu memunculkan kesan negatif,” pungkasnya. (wan)