Fri. May 7th, 2021

ICW Desak KPK Telusuri Siapa Saja Yang Melindungi Nurhadi

Nurhadi

Porosberita.com, Jakarta – Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri siapa orang-orang yang melindungi tersangka Nurhadi.

Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri informasi orang-orang yang melindungi Nurhadi.

“Ada dugaan Nurhadi pernah meminta perlindungan. Sebenarnya siapa orang itu? Dan bagaimana keterlibatan orang ini yang diduga melindungi Nurhadi?” ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam diskusi daring, Jumat (5/6/2020).

Kurnia menduga selama dalam persembunyian, Nurhadi memerlukan orang-orang untuk membantunya. Karena itu, KPK harus serius mencari informasi siapa saja orang=orang yang selama ini membantu dan melindungi Nurhadi.

Sebelumnya, Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru Haris Azhar menyatakan pihak yang menghalangi penyidikan yang termuat dalam Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dapat digunakan untuk menjerat mereka yang memberikan tempat persembunyian dan transportasi untuk Nurhadi berpindah tempat.

Menurutnya, pasal itu juga bisa digunakan kepada oarng yang menyediakan kebutuhan harian, pengamanan dan pihak yang membantu Nurhadi dalam berkomunikasi.

Seperti diketahui, Nurhadi dan menantunya Resky Herbiyono yang sempat menjadi buronan, akhirnya diamankan KPK di sebuah rumah di daerah Jakarta Selatan pada Senin (1/6/2020).

KPK menetapkan Nurhadi bersama Rezky Herbiyono (RHE), swasta atau menantunya dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka pada 16 Desember 2019.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA.  Suap terkait pertama, perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010. Suap kedua terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT. (wan)