Sun. May 9th, 2021

Mantan Pimpinan KPK Sebut Nurhadi ‘Dark Prince Of Injustice’ di MA

Bambang Widjojanto

Porosberita.com, Jakarta – Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebut Nurhadi sebagai dark prince of injustice di Mahkamah Agung (MA). Nurhadi yang sudah ditetapkan tersangka oleh KPK merupakan mantan Sekretaris Jendral MA

“Dalam sejumlah diskusi, Nurhadi disebut sebagai dark prince of unjustice jadi dalam pasar gelap ketidakadilan, dia yang mengatur semuanya, mengelola seluruh transaksi. Dari titik ini artinya kita bisa membongkar kasus lebih dahsyat lagi dibanding kasus saat ini Rp46 miliar, kasus ini bisa di-profile lebih besar lagi,” kata Bambang Widjodjanto dalam diskusi daring ICW di Jakarta, Jumat (5/6/2020) .

Bambang menilai, pimpinan MA yang baru dapat menjadikan hal ini sebagai momentum bersih-bersih. Karena, Nurhadi pasti punya jaringan cukup kuat dan punya messenger (pengantar pesan) yang sebagian ada di sistem MA.

Lebih jauh Bambang menilai jabatan sebagai Sekjen MA potensial untuk berkomunikasi dengan hampir seluruh pencari keadilan di Indonesia. Bahkan, bisa jadi Sekjen MA punya kepentingan siapa yang lolos sebagai calon hakim agung. Makanya, Nurhadi tidak bisa dipandang hanya pada kasus Rp46 miliar.

“Kalau ternyata ada kasusnya yang lebih kompleks, saya mengkhawatirkan keselamatan dari Nurhadi karena banyak orang tidak bisa lagi tidur, keringat dingin bila Nurhadi bernyanyi,” tutur Bambang.

Posisi Nurhadi sebagai dark prince of unjustice memungkinkannya untuk membongkar mafia peradilan lebih luas lagi.

“Dia pangeran yang mengatur putusan, memang magnitude kepangeranannya luar biasa karena Nurhadi ada di jantungnya, semua orang datang kepada dia, kasus apa pun harganya mahal dan banyak pihak membantu dia mengelola kasus tersebut,” jelasnya.

Seperti diketahui, Nurhadi dan menantunya Resky Herbiyono yang sempat menjadi buronan, akhirnya diamankan KPK di sebuah rumah di daerah Jakarta Selatan pada Senin (1/6/2020).

Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono dibekuk KPK di sebuah rumah di Jalan Simprug Golf 17 No 1, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020). Nurhadi dan Rezky masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 14 Februari 2020.

KPK menetapkan Nurhadi bersama Rezky Herbiyono (RHE), swasta atau menantunya dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka pada 16 Desember 2019.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA.  Suap terkait pertama, perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010. Suap kedua terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT. (wan)