Thu. May 6th, 2021

Politikus NasDem, Sahroni Nilai Alasan JPU Tuntut Rendah Terdakwa Penyerang Novel Cederai keadilan

Sahroni

Porosberita.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Hukum DPR yang juga politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni, menilai tuntutan rendah Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada dua terdakwa penyerang Novel Baswedan sangat mencederai keadilan.

Alasan JPU “tidak ada niatan” dan “tidak sengaja” yang dinyatakan JPU tak masuk akal dan tak bisa diterima. Menurut Sahrohi, alasan itu memalukan.

“Pernyataan jaksa ini menurut saya bukan mencederai keadilan lagi, tapi sudah mencederai akal sehat. Tidak bisa diterima,” kata Sahroni, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, para terdakwa yang mengaku “tidak sengaja” dan “tidak ada niatan” untuk melukai Novel Baswedan juga tidak masuk akal. Sebab mustahil ada orang membawa-bawa air keras lalu melemparkan ke orang lain dengan tidak sengaja.

“Lagi pula sudah jelas-jelas pelaku mengaku dendam, kok bisa ada kesimpulan jaksa tidak sengaja,” ujar Sahroni.

Untuk itu, pihaknya akan menanyakan persoalan ini kepada jaksa agung dalam Rapat Kerja Komisi III DPR.

Diketahui, pada Kamis (11/6/2020), dalam persidangan JPU menganggap terdakwa tidak ada niat melukai dan tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel Baswedan sehingga dakwaan primer dalam perkara ini tidak terbukti.

Untuk itu, JPU menuntut kedua terdakwa penyerang Baswedan, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dengan hukuman satu tahun penjara. (wan)