Sun. May 9th, 2021

Mantan Kasad Jendral TNI (Purn) Pramono Edhie Dimakamkan di TMP Kalibata

Pemakaman mantan Kasad, Jendral TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo

Porosberita.com, Jakarta – Jenazah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Purnawirawan Pramono Edhi Wibowo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman secara militer dan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai inspektur upacara.

“Atas nama negara bangsa dan TNI dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa Almarhum. Semoga jalan Dharma Bhakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwah beliau mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” ujar Andika di TMP Kalibata, Minggu (14/6/2020).

Makam almarhum Pramono Edhie posisinya bersebelahan dengan makam kakak kandungnya, Kristiani Herrawati, istri Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang berada di blok M nomor 129 Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo lahir di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, 5 Mei 1955. pramono meninggal Sabtu (13/6) di RS Cimacan karena penyakit jantung.

Tampak sejumlah tokoh hadir di pemakaman Pramono Edhie. Di samping, Jenderal Andika tampak berdiri berjajar para mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo.

Sementara, dari tokoh politik tampak hadir Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Dari pihak keluarga almarhum, tampak Putra pertama SBY, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi istri Annisa Pohan dan putra keduanya Edhie Baskoro serta istri Siti Ruby Aliya Rajasa.

Ia mewakili keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono mengaku sangat berduka atas kepergian almarhum.

“Kami mengenang beliau semasa hidupnya adalah sosok yang kekeluargaan, yang menyayangi keluarganya. Kami sangat berduka,” ujar AHY.

AHY mengatakan pamannya itu seorang yang sangat profesional, meniti karir militer dari bawah hingga puncaknya sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

“Beliau berdinas lama di Kopassus, sampai menjadi Danjen Kopassus, kemudian menjadi Panglima Kostrad dan sampai dengan Kepala Staf Angkatan Darat. Tentu beliau adalah sosok perwira yang sangat profesional,” kata AHY.

Perjalanan Karir Pramono Edhie Wibowo

Suami dari Kiki Gayatri Soepono dan ayah dua anak ini menerima sejumlah tanda jasa kehormatan negara yang dianugerahkan kepadanya selama berdinas. Yakni,  Bintang Mahaputra Utama, Bintang Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Jalasena Utama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama.

Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi, Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera/Singapura), Meritorious Service Medal, dan sejumlah tanda jasa lainnya.

Adik dari almarhumah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono), ibu negara RI itu sempat menduduki sejumlah jabatan di lingkup TNI, seperti Komandan Jenderal Kopassus, Pangdam III Siliwangi, Pangkostrad, hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad).

Pramono lahir di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, 5 Mei 1955 merupakan putera dari Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Prabowo yang dikenal dalam penumpasan Gerakan 30 S/PKI yang kala itu menjabat Komandan RPKAD (kini Kopassus).

Pramono mengawali karier militernya dengan bergabung ke Akademi Militer dan lulus 198o. Selepas lulus Akmil, Pramono ditunjuk sebagai Komandan Pleton Grup I Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) TNI AD, perwira Operasi Grup I Kopassandha pada tahun 1981, dan Komandan Kompi 112/11 grup I Kopassandha (Kopassus) pada 1984.

Pada tahun 1995, Pramono menempuh Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), dan satu tahun kemudian menjabat sebagai Perwira Intel Operasi grup I Kopassus.

Selanjutnya, Pramono menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 1/Kopassus pada tahun 1996, dan setelah dua tahun terpilih menjadi Komandan Grup 1/Kopassus.

Pada 2001, Pramono terpilih menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri dan pada tahun yang sama menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).

Pada 2004, Pramono dipercaya menjabat sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Sesko TNI.

Karier Pramono terus meningkat hingga menjadi Wakil Danjen Kopassus pada 2005, Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro pada tahun 2007, serta Danjen Kopassus pada 2008 hingga 2009.

Di era kepemimpinan Presiden SBY, Pramono diberi amanat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) pada Juni 2011, sebelum pensiun secara resmi dari militer pada Mei 2013.

Purna tugas dari militer, Pramono masuk kancah politik dengan bergabung di Partai Demokrat dan hingga akhir hidupnya menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat.

Pramono juga sempat ikut Konvensi Calon Presiden yang diadakan Partai Demokrat pada 2014 bersama para peserta lainnya, seperti Marzuki Alie, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Gita Wirjawan, Irman Gusman, Ali Masykur Musa, dan Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto. (wan)