Sun. May 9th, 2021

Kejagung Ungkap Peran Mantan Dirut BEJ Dalam Kasus Jiwasraya

Porosberita.com, Jakarta – Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengunkap peran mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah dalam skandal Jiwasraya.

Menurut Febrie mengatakan tersangka Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi berkaitan dengan mantan Erry Firmansyah.  “Dia (Erry Firmansyah) yang mendatangi Fakhri Hilmi untuk meminta supaya tidak ada tindakan pembekuan perusahaan untuk transaksi yang sedang berjalan,” kata Febrie kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jumat (26/6/2020).

Febrie menjelaskan tindakan tersebut dilakukan bukan saat Erry masih menjabat sebagi petinggi di BEI. Pada sekitar 2016, Erry berperan sebagai Komisaris di salah satu perusahaan milik terdakwa Heru Hidayat. Namun

“Saat itu, jabatannya (Dirut BEI) sudah selesai. Kami perdalam ya semuanya, kan baru satu tersangka,” kata Febrie.

Diketahui Kejaksaan menyatakan sebenarnya Fakhri Hilmi telah mengetahui proses penyimpangan transaksi saham yang berkaitan dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2016. Lalu berujung pada gagal bayar dana nasabah yang mencuat ke publik pada 2018 lalu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menyatakan, saat itu Hilmi masih menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IIA pada OJK dan membawahi dua Direktorat Pengawasan di institusi tersebut.

Hilmi mendapat laporan bahwa ada penyimpangan transaksi saham yang merupakan tindak pidana pasar modal sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 8 tahun 1995.

Kejaksaan menduga bahwa Hilmi tidak memberikan sanksi yang tegas terhadap produk reksadana yang dimaksud karena telah ada kesepakatan dengan Erry Firmansyah dan terdakwa Joko Hartono Tirto yang diduga terafiliasi dengan Heru Hidayat.

Kejagung lebih dahulu menetapkan enam orang sebagai tersangka dan kini telah disidangkan. Mereka yakni Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo.

Kemudian mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, serta Direktur PT Maxima InteJoko Hartono Tirto. Keenam orang itu telah menjalani persidangan. (wan)