Sun. May 9th, 2021

Maria Lumowa dibekuk, Soal Joko Tjandra Masih Dikaji

Maria Pauline Lomuwa

Porosberita.com, Jakarta – Setelah berhasil menbekuk buronan kasus pembobolan Bank BNI Maria Lumowa, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku masih terus mengkaji soal kedatangan buronan kasus Bank Bali Joko Tjandra pada 8 Juni 2020 lalu.

Yasonna mengatakan bahwa pemerintah masih dalam upaya memburu buronan kasus korupsi Bank Bali Joko Tjandra yang kabur sejak 2009 itu. Ia bahkan mengaku tak tahu pasti mengenai kedatangan Joko. Karena itu, pihaknya masih akan mengkaji lebih lanjut mengenai kedatangannya ke Indonesia pada 8 Juni 2020 lalu.

“Kita cek data perlintasan sama sekali tidak ada. Jadi, ini bagaimana dia datang, apakah dia sebenarnya datang, itu menjadi penelitian selanjutnya. Tetapi kita akan tetap melakukan upaya-upaya hukum,” kata Yasonna dalam konferensi pers di Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (9/7/2020).

Menyinggung soal penangkapan Maria Lumowa, Yasonna mengklaim ekstradisi Maria Lumowa menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen dalam menegakkan hukum. Hal itu sekaligus  memperingatkan  bahwa hukum tidak akan pernah lupa. “Saya katakan you can run, but you can not hide. Prinsip ini yang harus kita tegakkan,” katanya.

Untuk diketahui, Maria Pauline Lomuwa telah melarikan diri ke sejumlah negara sejak 2003, usai melakukan pembobolan Bank BNI yang merugikan negara sebesar Rp 1,7 triliun. Akhirnya, ekstradisi Maria kemudian berhasil setelah melalui proses diplomasi dengan pemerintah Serbia. (wan)