Sun. May 9th, 2021

Mendikbud Tegaskan Orangtua Punya Hak Menentukan Kebijakan Kembali Sekolah

Porosberita.com, Jakarta – Memasuki tahun ajaran baru pada Senin (13/7/2020) ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menegaskan pembukaan sekolah di zona hijau harus mengedepankan protokol kesehatan. Dalam tahun ajaran baru ini, sebagian sekolah memulai kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka.

Diketahui, Kemendikbud bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi COVID-19.

“Beberapa kabupaten/kota yang merupakan zona hijau menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, dimungkinkan memulai pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Nadiem Makarim dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Nadiem menjelaskan, untuk pembelajaran tatap muka, prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu. “Ini mengenai kenyamanan, mengenai kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang bisa melakukan protokol kesehatan yang baik,” terangnya.

Mengenai kebijakan membuka sekolah kembali untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, kata Nadiem, itu kewenangan kepala daerah. Selain itu juga kebijakan kepala sekolah dan orang tua. Karena, mereka punya hak untuk menentukan apakah memang sekolah tersebut sudah siap untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Sekolah-sekolah kalau mau membuka kembali pembelajaran tatap muka harus benar-benar meyakinkan semua orang tua bahwa protokol kesehatan di sekolahnya itu sudah sangat mapan,” katanya.

Apabila ada orang tua yang merasa tidak siap jika anaknya harus kembali bersekolah maka ia berhak untuk menolak dan anak tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah. “Kita benar-benar harus memegang prinsip kebebasan memilih. Karena ini kan mengenai kesehatan masing-masing,” ujar Nadiem.

Menurut Nadiem, saat ini, Kemendikbud sedang melakukan monitoring untuk memeriksa kesiapan beberapa wilayah zona hijau yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka kembali. Kemendikbud, katanya, siap mendukung dan salah satu caranya adalah melenturkan sumber daya.

Selain itu, Kemendikbud juga telah merelaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung sekolah menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk persiapan protokol kesehatan. “Ini benar-benar kita berikan kebebasan anggaran bagi kepala sekolah,” pungkasnya. (sur)