Wed. Jun 23rd, 2021

Calon AS Joe Biden Sebut Trump Presiden Pertama Yang Rasis

Porosberita.com, Jakarta – Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, menyebut lawannya, Donald Trump, sebagai presiden pertama yang memperlihatkan sikap rasisme.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (23/7), dalam kampanye virtual yang diorganisir oleh Service Employees International Union.

“Cara dia (Trump) menangani orang-orang berdasarkan warna kulit, asal negara, dan tempat kedatangan mereka adalah hal yang memuakkan,” kata Biden.

“Belum pernah ada presiden yang melakukan ini. Belum pernah ada presiden dari Partai Republik yang melakukannya. Tidak ada presiden dari Partai Demokrat yang melakukannya. Kita memiliki seorang rasis dan dia nyata. Mereka mencoba membuatnya terpilih sebagai presiden. Dan dia yang pertama terpilih,” lanjut Biden.

Biden juga mengkritik Trump menggunakan isu rasial untuk mengalihkan perhatian dari kegagalannya menangani pandemi Covid-19.

Trump lantas membalas kritik Biden dalam jumpa pers di Gedung Putih pada Rabu kemarin. Dia justru membanggakan pemerintahannya berupaya mengesahkan rancangan undang-undang reformasi sistem hukum dan memperluas lapangan kerja, serta berhasil menekan tingkat pengangguran di kalangan etnis minoritas sebelum pandemi Covid-19.

“Justru saya telah melakukan banyak hal kepada masyarakat kulit hitam AS dari presiden lain, kecuali dari Abraham Lincoln. Tidak ada yang mendekati saya,” ujar Trump.

Biden kemarin menjanjikan dia akan langsung membenahi persoalan rasisme di hari pertama menjabat jika terpilih menjadi presiden.

Akan tetapi, klaim Biden soal Trump sebagai presiden AS yang pertama kali memperlihatkan sikap rasis kurang tepat.

Sejumlah presiden AS, termasuk George Washington yang pertama menduduki jabatan itu, mempunyai sejumlah budak.

Presiden ke-28 AS, Woodrow Wilson, yang berkuasa pada awal abad ke-20 bahkan mendukung kebijakan pemisahan rasial dan menerapkannya di sejumlah lembaga pemerintah federal.

Pemungutan suara pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Sampai saat ini ada tiga kandidat yang akan bertarung, yakni Joe Biden, Donald Trump yang didukung Partai Republik, dan Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian. (CNN Indonesia)