Sun. May 9th, 2021

Pinangki Dicopot Dari Jabtan Struktural Kejaksaan Terkait Kasus Joko Tjandra

Porosberita.com, Jakarta – Jaksa  Pinangki Sirna Malasari dijatuhkan sanksi dicopot dari jabatan structural. Pasalnya Pinangki dianggap terbukti melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin tertulis. Selain itu,  Ia diduga bertemu dengan buronan Joko Tjandra dan pengacaranya Anita Kolopaking di Malaysia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejagung RI Hari Setiyono mengungkapkan, sanksi itu diberikan oleh Kejaksaan Agung melalui Surat Keputusan tentang Penjatuhan Hukuman Displin Tingkat Berat oleh Wakil Jaksa Agung per Rabu, 29 Juli 2020.

Adapun sanksi yang dijatuhkan berupa pembebasan dari jabatan struktural. “Bahwa untuk menegakkan disiplin, perlu menjatuhkan hukuman disiplin yang setimpal dengan pelanggaran disiplin yang dilakukannya,” kata Hari dalam siaran pers.

Menurut Hari, pertemuan tersebut terpampang lewat foto yang sempat viral di media sosial. Selanjutnya dilakukan klarifikasi dan ditemukan bukti permulaan pelanggaran yang dilakukan Pinangki sehingga pemeriksaannya dinaikkan menjadi inspeksi kasus.

Hasilnya, Pinangki terbukti melakukan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil, yaitu melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin tertulis pimpinan sebanyak sembilan kali sepanjang tahun 2019.

Menurut Hari, perbuatan tersebut melanggar ketentuan pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, yaitu “pegawai negeri sipil wajib mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang”, juga ketentuan pasal 3 huruf a dan pasal 4 huruf a Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PER-067/A/JA/07/2007 tentang Kode Perilaku Jaksa.

Selain itu, lanjut Hari, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap video yang juga viral bersama dengan foto yang merekam pertemuan Anita Kolopaking dengan beberapa pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Salah satunya Kepala Kejari Jaksel Anang Supriatna. Pertemuan diduga sebagai upaya lobi terkait dengan kasus Joko Tjandra. Namun, hasilnya belum ditemukan bukti permulaan yang memberatkan Anang, sehingga pemeriksaannya dihentikan. (wan)