Tue. May 18th, 2021

Nadiem Didesak Transparan Soal Bantuan Kepada 70 SMK Senilai Rp 385 Miliar

Nadiem Makarim

Porosberita.com, Jakarta –  Ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM) Ivan Parapat mendesak Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim agar menjelaskan kepada publik secara transparan soal bantuan kepada 70 sekolah menengah kejuruan (SMK) senilai Rp 385 miliar.

Menurut Ivan, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan mengadakan Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pengembangan Pusat Keunggulan (Centre of Excellence) Sektor Permesinan dan Konstruksi  TA 2020

“Bantuan dimaksud diperuntukkan untuk 70 SMK di seluruh Indonesia dengan nilai bantuan per SMK sebesar Rp 5,5 miliar sehingga total bantuan yang akan digelontorkan Rp 385 miliar,” jelas Ivan di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Meski begitu, Ivan menilai Kementerian Pendidikan kurang terbuka kepada publik soal kriteria sekolah yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

“Maka kami mendesak Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim menjelaskan ke Publik dengan semangat Transparansi, yakni soal informasi SMK-SMK yang mendapatkan Bantuan dan mengapa SMK-SMK tersebut layak mendapatkan bantuan Rp. 5,5M?,” ujar Ivan.

Selain itu, bagaimana mekanisme Pengadaan Barang/Jasa nya. Sebab, dalam sosialisasi petunjuk pelaksanaan bantuan pemerintah fasilitasi pengembangan pusat keunggulan sektor permesinan dan konstruksi, disebutkan bahwa bantuan bersifat langsung kepada pihak sekolah penerima.

“Kami meyakini dengan semangat Transparansi yang dijalankan dalam mengelola program bantuan tersebut akan dengan sendirinya meminimalisir dan mencegah penyimpangan yang terjadi demi terwujudnya pemerintahan bersih, menghindari pelanggran Hukum UU. No. 31/1999 Jo. UU. No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya. (wan)