Thu. Jun 24th, 2021

Pasca Ditetapkan Tersangka Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Dicegah Keluar Negeri

Irjen Napoleon Bonaparte

Porosberita.com, Jakarta – Mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi dicegah ke luar negeri. Keduanya dicegah ke luar negeri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Untuk itu, Bareskrim Mabes Polri telah meminta imigrasi untuk mencegah krdua tersangka. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono menyatakan Irjen Pol Napoleon Bonaparte  dicegah untuk tak berpergian ke luar negeri selama 20 hari terkait dugaan keterlibatannya terhadap kasus suap Djoko Tjandra.

“Ya betul dilakukan pencekalan 20 hari,” kata Argo kepada wartawan, Minggu (16/8/2020).

Argo melanjutkan, Bareskrim Polri sudah mengirim surat pencekalan keluar negeri terhadap Napoleon kepada pihak imigrasi 5 Agustus lalu. Langkah itu dilakukan untuk mencegah  Napoleon untuk kabur keluar negeri selama melakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

“Surat dikirimkan ke Imigrasi tanggal 5 Agustus lalu,” jelas Argo.

Diketahui, Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Napoleon sebagai tersangka pada 14 Agustus 2020 lalu. Sebelum ditetapkan tersangka, Napoleon sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (HubInter) oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. 

Napoleon ditetapkan sebagai tersangka karena diduga turut menerima suap dalam kasus penghapusan terpidana Djoko Tjandra dari daftar red notice. Napoleon dikenakan pasal 5 ayat 2, lalu pasal 11 dan 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tipikor dan pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (wan)