Thu. Jun 24th, 2021

Hari Kemerdekaan Afghanistan Diwarnai Dengan Serangan Mortir

Porosberita.com, Jakarta.com – Peringatan hari Kemerdekaan Afghanistan diwarnai dengan serangan mortir di ibu kota Kabul pada Selasa (18/8) pagi waktu setempat.

Dilansir Associated Press, tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu dan tidak ada laporan langsung mengenai korban cedera atau kerusakan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan mortir ditembakkan dari dua kendaraan di bagian utara dan timur ibu kota Afghanistan.

Menurut saksi mata yang enggan disebut namanya, setidaknya satu peluru mortir mendarat di kawasan elite Wazir Akbar Khan, tempat di mana para diplomat dan pejabat senior pemerintah tinggal.

Serangan itu terjadi sehari setelah pemerintah Afghanistan mengatakan tidak akan membebaskan 320 tahanan Taliban yang tersisa, dan mendesak Taliban membebaskan lebih banyak tentara Afghanistan yang ditangkap.

Keputusan itu bertentangan dengan kesepakatan yang disetujui dalam dewan tradisional Afghanistan yang diadakan awal bulan ini, yakni Loya Jirga. Pembicaraan lebih lanjut terkait perdamaian intra-Afghanistan yang diinginkan oleh Amerika Serikat kemungkinan juga akan ditunda.

Sementara itu, Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dia tidak mengetahui serangan mortir di Kabul.

Pada hari ini, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menghadiri upacara Hari Kemerdekaan di Kementerian Pertahanan di Kabul. Dia turut meletakkan karangan bunga di monumen Menara Kemerdekaan.

Pertukaran tahanan merupakan bagian dari kesepakatan damai antara Taliban dan Amerika Serikat pada Februari lalu. AS sepakat untuk menarik pasukan dari Afghanistan, sebagai imbalannya pemberontak Taliban akan dibebaskan dari tahanan.

Dalam kesepakatan tersebut ditetapkan pemerintah Afghanistan akan membebaskan 5.000 militan. Sebagai gantinya, 1.000 tahanan tentara dan pejabat Afghanistan yang ditahan oleh Taliban akan dilepaskan. (CNN Indonesia)