Sun. May 9th, 2021

Antasari Pertanyakan Barang Bukti Rp456 Miliar Terkait Kasus Bank Bali

Antasari Azhar

Porosberita.com, Jakarta – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mempertanyakan soal barang bukti berupa uang senilai Rp546 miliar dalam kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali dengan terdakwa Djoko Tjandra.

Diketahui uang tersebyt telah disita pada 2009, uang itu dititipkan ke rekening escrow account di Bank Permata. “Kepada semua pihak yang peduli pada kasus ini dan pemberantasan korupsi di saat ini dan masa depan, saya secara pribadi mempertanyakan itu, apakah itu sudah dieksekusi atau belum,” kata Antasari di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Antasari menegaskan bahwa dalam perkara korupsi yang utama harus diselamakan adalah uang negara. Karena tu, para penyidik harusnya memahami itu.

“Yang perlu diingat penyidik baik dari jaksa, KPK, maupun kepolisian dalam pemberantasan korupsi yang utama adalah penyelamatan uang negara,” tandasnya.

Antasari menjelaskan,  eksekusi putusan pengadilan dalam kasus korupsi cessie Bank Bali, terutama barang bukti uang yang disita penyidik harus dibuatkan berita acaranya.

Menurutnya, berita acara itu sebagai bentuk transparans peneakan hukum. Sebab, dalam berita acara itulah, akan tertera siapa yang mengeksekusi putusan tersebut.

“Kalau sudah dieksekusi kok tidak ada transparansinya? Eksekusi itu disita untuk negara, bukan untuk dibagi-bagi,” jelas Antasari.

Antasari membeberkan, dalam kasus korupsi cessie Bank Bali pada tingkat pertama disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jadi, eksekutor putusan pengadilan adalah Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Untuk mengetahui apakah putusan pengadilan itu sudah dieksekusi lengkap dengan berita acaranya, maka kepolisian bisa meminta keterangan kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang menjabat saat itu.

“Siapa kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan waktu itu, tinggal dipanggil. Kalau menunjuk petugas, siapa petugasnya. Jadi begitu,” bebernya.

Untuk diketahui, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 2009 dijabat oleh Setia Untung Arimuladi. Saat ini, Setia Untung menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung. (wan)