Sun. May 9th, 2021

Sertifikat Laik Fungsi Gedung Kejagung Yang Terbakar Dipertanyakan

Porosberita.com, Jakarta – Terkait kebakaran Gedung Kejaksaan Agung pada Sabtu malam (21/8/2020), Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad mempertanyakan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Gedung tersebut.

Menurut Syaiful soal SLF itu merupakan kewenangan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta. Pasalnya, dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung, SFL merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sebelum gedung dapat difungsikan.

“Kalaupun Gedung Kejaksaan Agung telah memiliki SLF, apakah SLF nya masih berlaku, karena setiap lima tahun SLF harus diperpanjang,” kata Syaiful di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Menurut Syaiful, soal SLF ini penting untuk disampaikan mengingat di ibukota Jakarta ada ratusan gedung yang seharusnya ketika gedung akan digunakan atau beroperasi harus memiliki SLF.

Karenanya Syaiful minta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk memerintahkan kepada aparatnya agar secara profesional memeriksa apakah gedung-gedung yang ada di Jakarta memiliki SLF.

“Jika memiliki SLF masih berlaku tidak kadaluarsa. Lalu, hasil pengecekan di lapangan umumkan secara terbuka kepada publik,” ujar Syaiful.

Kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, ketegasan soal SLF ini salah satu bentuk pencegahan, agar kebakaran hebat yang terjadi di gedung utama Kejaksaan Agung tidak menimpa gedung-gedung lain yang ada di Jakarta. (wan)