Sun. May 9th, 2021

Bentrok Lagi, India Mengumumkan Untuk Memblokir 118 Aplikasi China

Porosberita.com, Jakarta – India mengumumkan untuk memblokir lebih dari 118 aplikasi buatan China setelah ketegangan kembali terjadi antara kedua negara di wilayah perbatasan Himalaya pada Selasa (1/9). 

Pemblokiran ini berlaku mulai Rabu (2/9) terhadap serangkaian aplikasi, termasuk video gim populer PUBG mobile buatan pengembang China, Tencent. 

Pemerintahan Narendra Modi berdalih pemblokiran kali ini dilakukan karena aplikasi-aplikasi tersebut mempromosikan aktivitas yang ‘merugikan kedaulatan dan integritas’ serta pertahanan, keamanan negara, dan ketertiban umum di India. 

Sejumlah aplikasi yang diblokir termasuk gim daring, layanan pembayaran, situs kencan, perangkat lunak, hingga aplikasi edit swafoto. 

Kementerian TI India menuding aplikasi tersebut mencuri data pengguna dan memindahkannya ke luar negeri. 

“Penambangan dan pembuatan profil oleh elemen-elemen yang memusuhi keamanan dan pertahanan nasional India, yang pada akhirnya mengganggu kedaulatan dan integritas India, adalah masalah yang sangat dalam dan segera menjadi perhatian yang membutuhkan tindakan darurat,” ujar pihak kementerian seperti mengutip AFP. 

Langkah pemblokiran serupa sebelumnya juga telah dilakukan India setelah terjadi bentrok mematikan pada Juni. Sedikitnya 20 tentara India tewas dalam bentrokan di perbatasan Ladakh. Sementara China tidak mengungkapkan jumlah tentara yang menjadi korban dalam bentrokan tersebut. 

Saat itu, pemerintah India memblokir 59 aplikasi China, termasuk TikTok. Tak berselang lama, India kembali memblokir 47 aplikasi lainnya pada Juli. 

India semakin sering menggunakan senjata ekonomi untuk menyelesaikan perselisihan dengan negara-negara tetangga. Bukan hanya memblokir aplikasi, India juga membekukan kontrak perusahaan China untuk pengadaan infrastruktur ponsel 5G dan memblokir impor barang di pelabuhan dan bea cukai. 

Bentrokan antara tentara India dan China sempat meredam setelah perwakilan kedua pihak melakukan pertemuan dan sepakat untuk menarik diri. Namun pada Sabtu (29/8) malam dan Senin (31/8), bentrokan kembali terjadi di perbatasan Himalaya. 

Dalam bentrokan tersebut dilaporkan seorang pasukan khusus India tewas. Seorang anggota parlemen Tibet mengatakan sang tentara India tewas sebagai martir-orang yang mati dalam memperjuangkan kebenaran. 

Sebelumnya, Pemerintah India menuduh China kembali melakukan tindakan “provokatif” di perbatasan Himalaya yang tengah diperebutkan, dekat dengan lokasi bentrokan yang menewaskan 20 prajurit India dalam pertempuran dengan tentara China pada Juni lalu. 

Kementerian Pertahanan India mengatakan insiden itu terjadi di Ladakh Timur pada Sabtu malam pekan lalu. Namun, mereka tidak menyebutkan apakah kembali terjadi bentrokan. 

Di sisi lain Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian membantah pasukannya melakukan provokasi pada tentara India yang berjaga di perbatasan kedua negara, Ladakh, Himalaya. 

Bagaimanapun kata Lijian, pasukan China tidak pernah melewati garis kontrol aktual untuk kegiatan apa pun. Hal ini mengacu pada perbatasan kedua negara yang panjang dan tidak bertanda di Himalaya yang terpencil. 

Pertempuran India-China di perbatasan sudah terjadi sejak 1962. Mereka saling menuduh dan berusaha untuk melintasi perbatasan tidak resmi di wilayah Ladakh, Himalaya. (CNN Indonesia)