Sun. May 9th, 2021

Din Sebut Tiga Kerusakan Bangsa

Din Syamsuddin

Porosberita.com, Jakarta – Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin menyatakan ada tiga kerusakan di Indonesia akibat pemimpin yang menyimpang dari kiblat bangsa.

“Pertama adalah penyelewengan, serta penyimpangan nilai-nilai dasar yang disepakati, yaitu Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Maka KAMI sebagai gerakan moral berjuang untuk meluruskan kiblat bangsa dan negara, kiblat bangsa dan negara ini sudah menyimpang,” tegas Din dalam sambutan KAMI Jambi, Jumat (30/10/2020).

Kedua, gejala negara yang mengarah pada constitutional dictatorship atau kediktatoran konstitusional. Menurut Din, kediktatoran konstitusional merupakan tindakan melanggar dasar negara.

“Ada gejala dan gelagat kekuasaan di negara kita mengarah pada penguatan constitusional dictatorship, sebuah gelagat kediktaktoran yang membungkusnya melalui undang-undang padahal menyimpang dari nilai-nilai dasar,” jelas Din.

Din menjelaskan, Indonesia kini perlahan berubah menjadi negara otokrasi, meninggalkan azas demokrasi yang selama in dianut Indonesia.

“Itu sangat kuat, sangat berorientasi pada kekuasaan satu orang. Jadi selain oligarki politik, dan oligarki ekonomi, sekarang Indonesia jadi otokrasi bukan demokrasi. Ini juga yang disebut dalam literatur, democratic centralism,” kata Din.

Ketiga, arogansi oleh para pemimpin yang memiliki kekuasaan. Menurut Din, kesombongan yang dianut para pemimpin bangsa kini menjadi hambatan terpenuhinya aspirasi rakyat.

“Ada juga kerusakan tingkat ketiga, menjelma dalam bentuk yang saya amati, dalam bentuk arogansi kekuasaan. Kesombongan, kekuasaan, merasa dirinya besar karena dianggap memiliki badan eksekutif, yang kemudian menutup mata dan telinga dari aspirasi rakyat,” ungkap Din.

Din lantas menjelaskan bahwa kehadiran KAMI penting untuk menyelamatkan Indonesia yang telah rusak. Din berharap KAMI, dapat menjadi wadah dalam berupaya mengembalikan Indonesia kepada demokrasi dan menjaga keutuhan dasar negara.

“KAMI sebagai gerakan moral berjuang untuk meluruskan kiblat bangsa dan negara yang sudah menyimpang,” pungkasnya. (wan)